Tanpa bermaksud mendompleng pemutaran film layar lebar keluaran Holywood dengan judul sama yaitu "2012", yang kebetulan mulai diputar pada hari ini, Jumat 13 November 2009, saya memang sudah memiliki rencana untuk membuat tulisan seputar fenomena 2012, terutama dipandang dari sisi iman Kristiani. Tulisan ini mulai dibuat sebelum filmnya diputar di teater dan diselesaikan beberapa hari sesudah menyaksikan filmnya.
Dalam beberapa tahun belakangan, masyarakat baik di dalam maupun luar negeri, membicarakan perihal tahun 2012. Sebagian besar pembicaraan tersebut adalah mengenai prediksi bahwa pada tahun 2012, khususnya pada tanggal 21 Desember 2012 (21-12-2012), akan terjadi suatu bencana alam yang sangat dahsyat, bahkan kiamat!
Tidak hanya dibicarakan dari mulut ke mulut, banyak web site dan buku-buku yang juga membahas perihal 2012. Seorang "pelihat" yang sering dipanggil "Mama" mengatakan bahwa ia tidak bisa meramal lebih dari tahun 2012. Bahkan ada hamba Tuhan yang mengkhotbahkan fenomena 2012 ini dalam ibadah raya di gereja atau seminar-seminar. Dan tentunya kita tidak dapat melewatkan booming iklan dan publikasi film "2012" yang menambah seru prediksi 2012.
Dalam perbincangan maupun tulisan-tulisan seputar 2012, maka kita dapat mengetahui bahwa mereka percaya bahwa pada tahun 2012 akan terjadi hal-hal berikut:
- Kalender kuno suku Indian Mexico Maya akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Hal ini mengisyaratkan bahwa suku Maya sudah memprediksikan/menubuatkan bahwa sejarah bumi akan berakhir pada 21 Desember 2012.
- Sebuah planet yang disebut Nibiru atau Planet-X akan menabrak bumi pada tanggal 21 Desember 2012.
- Planet-planet dalam tata surya akan membentuk suatu garis sejajar (planetary alignment) sehingga akan ada gaya gravitasi yang besar akibat dari sejajarnya planet-planet tersebut dan menyebabkan bencana alam di bumi.
- Kutub magnetis bumi akan berubah dan bergeser, sehingga kutub selatan menjadi kutub utara dan sebaliknya, hal ini akan menyebabkan rotasi (perputaran) bumi menjadi berbalik arah dan mengakibatkan bencana besar.
- Setiap bulan Desember, matahari akan berada dalam posisi winter solstice, yaitu titik balik terendah pada musim dingin bagi penduduk di belahan bumi bagian utara. Pada tanggal 21 Desember 2012, winter solstice matahari akan berada pada posisi antara bumi dengan lubang hitam (black hole) pada pusat galaksi bima sakti (milky way). Hal ini membuat energi dari pusat galaksi bima sakti ke bumi menjadi terputus akibat tertutup posisi matahari, padahal energi tersebut dibutuhkan oleh mahluk hidup di bumi. Jadi walaupun pasokan energi hanya terputus selama beberapa menit, akan banyak manusia yang akan mati karena tidak mendapat pasokan energi.
- Pada tahun 2012 akan terjadi lonjakan aktifitas badai matahari (solar flare storm). Badai matahari adalah fenomena alam dimana matahari melontarkan material ke luar sebagai akibat reaksi nuklir di permukaan matahari. Sebuah badai matahari setara dengan jutaan bom nuklir yang meledak sekaligus di permukaan matahari. Akibat dari fenomena tersebut adalah terpancarnya radiasi elektromagnetik yang dapat mempengaruhi alat-alat elektronik di bumi. Pada tahun 2012 akan terjadi lonjakan badai matahari yang dahsyat sehingga membuat alat-alat elektronik seperti handphone, televisi, telepon, listrik bahkan mobil, pesawat dan satelit di luar angkasa menjadi tidak berfungsi. Yang lebih ekstrim adalah bahwa manusia akan terpanggang karena radiasi badai matahari tersebut seperti digambarkan dalam film "Knowing" (2009) yang diperankan oleh Nicholas Cage.
- Tsunami raksasa, gempa dahsyat, bumi terbelah, meteor jatuh, bumi akan hancur, banyak manusia yang mati, peradaban akan hilang.
- Kedatangan Yesus yang kedua kali/Kiamat/Rapture dll.
Sebagian besar klaim tersebut masuk dalam bidang ilmu astronomi dan geologi, yaitu ilmu yang mempelajari alam semesta dan luar angkasa, serta ilmu yang mempelajari mengenai bumi. Beberapa klaim lain berhubungan dengan teologi.
Menjawab klaim teologis tidak terlalu sulit, tinggal bandingkan dengan apa yang Alkitab tulis. Tetapi terus terang walaupun saya memiliki minat yang sangat tinggi dalam hal astronomi, tetapi saya bukanlah orang yang ahli, demikian juga dalam hal geologi. Tetapi juga tidak sulit bagi kita untuk mempelajari logika dari klaim tersebut di atas dan dibandingkan dengan informasi yang bisa kita dapatkan dengan mudah dalam buku-buku ilmu pengetahuan maupun segudang informasi di internet.
1. Kalender Suku Maya
Pernahkan anda memperhatikan odometer manual pada mobil atau motor anda? Pada saat kendaraan dijalankan maka angka-angka pada odometer tersebut akan bergerak berputar, dari 1 menuju 2, kemudian 3 dan seterusnya, pada saat mencapai angka 9, maka berikutnya adalah angka 0, sementara angka disebelah kiri akan bergerak juga satu langkah.
Demikianlah dengan kalender suku Maya kuno. Para arkeolog menemukan sebuah kuil suku Maya yang memiliki ukiran dari kalender tersebut di daerah Meksiko. Kalender moderen yang kita gunakan sekarang dimulai dari suatu titik tertentu, dalam hal ini tahun perkiraan kelahiran Yesus Kristus. Oleh karena itu disebut tahun Masehi atau Ante Domine (AD), yaitu bahasa Latin yang artinya "Sesudah Tuhan." Demikian juga dengan kalender suku kuno Maya, yang oleh para ahli dihitung mulai dari tanggal 11 Agustus 3114 Sebelum Masehi.
Perhitungan kalender suku Maya terdiri dari beberapa siklus, namun bukan siklus mingguan (7 hari), bulanan (30/31 hari), dan tahunan (12 bulan) seperti kita. Siklus kalender suku Maya berpusat pada angka 20.
- 1 Hari disebut satu Kin
- 20 Kin disebut satu Winal (=20 Hari)
- 18 Winal disebut satu Tun (20 x 18 Kin = 360 Hari)
- 20 Tun disebut satu Katun (20 x 360 Kin = 7.200 Hari)
- 20 Katun disebut satu Baktun (20 x 7.200 Kin = 144.000 Hari)
Dengan mengetahui bahwa awal siklus dari kalender mereka adalah 11 Agustus 3114 SM, maka kita dapat mengkonversi antara tanggal kalender Maya dengan kalender moderen. Sebagai contoh tanggal hari ini (13 November 2009) menurut kalender Maya adalah: 12.19.16.15.6 (12 Baktun, 19 Katun, 16 Tun, 15 Winal, 6 Kin). Klik link berikut jika anda ingin mencoba sendiri: http://users.hartwick.edu/hartleyc/mayacalendar/mayacalendar.html
Yang menjadi masalah, ada pendapat yang mengatakan bahwa suku Maya tidak mengenal kalender lebih dari 13 baktun. Bahkan tanggal 11 Agustus 3114, awal sejarah mereka, ditulis dengan 13.0.0.0.0. Artinya setiap 13 baktun akan terjadi "reset". Jadi diperkirakan kalender Maya tidak melanjutkan setelah 13 baktun atau (13 x 144.00 = 1.872.000 hari). Jika dihitung dari tanggal awal kalender mereka, 11 Agustus 3114 SM, maka 1.872.000 hari kemudian jatuh pada tanggal.... 21 Desember 2012!
Menurut penanggalan suku Maya kuno, pada tanggal 21 Desember 2012, kalender mereka akan menunjukkan angka-angka 13.0.0.0.0 (13 Baktun, 0 Katun, 0 Tun, 0 Winal dan 0 Kin).
Hal ini membuat beberapa orang kemudian menanggap bahwa suku Maya kuno memprediksikan/ menubuatkan bahwa sejarah dunia akan berhenti pada tanggal 21 Desember 2012 dimana terjadi bencana besar yang dapat memusnahkan peradaban di bumi. Di lain pihak, penganut New Age mengatakan bahwa pada tanggal tersebut justru akan terjadi transformasi fisik dan spiritual secara positif.
Menurut Wikipedia:
A New Age interpretation of this transition posits that, during this time, the planet and its inhabitants may undergo a positive physical or spiritual transformation, and that 2012 may mark the beginning of a new era. Conversely, some believe that the 2012 date marks the beginning of an apocalypse. Both ideas have been disseminated in numerous books and TV documentaries, and have spread around the world through websites and discussion groups.
Namun bukti-bukti arkeologis lain menunjukkan bahwa suku kuno Maya tidak semuanya beranggapan bahwa kalender mereka akan berhenti pada 13 baktun, banyak ukiran dan tulisan lain yang memperdiksikan hal-hal lain dengan tanggal sesudah 21 Desember 2012. Artinya mereka tetap beranggapan ada hal-hal lain (yang tidak ada hubungannya dengan malapetaka) akan terjadi sesudah tanggal tersebut. Kalender Maya juga mengenal satuan Piktun, yaitu setiap 20 Baktun).
Seperti sudah ditulis di atas, suku Maya memulai kalender mereka dengan 13.0.0.0.0 (11 Agustus 3114SM), bukan berarti sebelum tanggal tersebut tidak ada sejarah, tetapi justru menunjukan bahwa sudah ada siklus sebelum tanggal tersebut. Dan sejarah bumi ini juga tidak mencatat peristiwa spesial pada tahun 3114 SM.
Jadi tidak seperti klaim beberapa orang, pada saat kalender Maya jatuh pada penutupan Baktun ke 12 (20 Desember 2012, atau 12.19.19.17.19) maka akan masuk pada periode Baktun ke 13. Sama seperti kalender moderen kita sekarang, setelah 31 Desember 2009, maka kita akan masuk pada 1 Januari 2010. Sederhana saja bukan?
2. Planet Nibiru/Planet-X
Pada tahun 1995, seorang wanita bernama Nancy Lieder mengaku menerima pesan dari mahluk luar angkasa yang berasal dari rasi bintang Zeta Riticuli. Lieder mengatakan bahwa ia dipilih untuk memberi peringatan kepada umat manusia bahwa sebuah planet besar akan menabrak bumi.
Menurut Lieder, Planet-X berukuran 4 kali lebih besar dari bumi dan akan menabrak atau setidaknya menyerempet bumi pada tanggal 27 Mei 2003. Akibat dari tabrakan tersebut akan menghancurkan kehidupan manusia. Setelah tanggal 27 Mei lewat tanpa ada kejadian luar biasa, Lieder mengatakan bahwa ia hanya berusaha untuk mengalihkan perhatian pemerintah saja. Lieder kemudian mengeluarkan prediksi baru bahwa planet-X akan menabrak pada pertengahan 2010.
Beberapa orang kemudian mengaitkan Planet-X dengan nama dewa Babilonia yaitu Nibiru yang muncul sebagai nama planet dalam buku karya penulis Zecharia Sitchin yang berjudul "The 12th Planet." Sitchin sendiri menolak adanya hubungan antara tulisannya dengan klaim perihal Planet-X. Dilain pihak, dengan maraknya kontroversi seputar kalender Maya, tidak perlu waktu lama untuk menghubungkan Nibiru dengan tahun 2012.
Memang tidak semua benda angkasa yang akan menabrak bumi dapat dideteksi, peristiwa meledaknya meteor atau asteroid di udara Sulawesi pada tanggal 8 Oktober 2009 yang lalu membuat orang bertanya-tanya apakah manusia bisa benar-benar mendeteksi jika ada benda langit yang akan menabrak bumi. Tetapi menurut para ahli, benda yang jatuh di udara Sulawesi hanya berukuran sekitar 10 meter, dan bahkan tidak sampai jatuh ke darat karena sudah habis terbakar di udara akibat gesekan dengan atmosfir.
Bandingkan dengan klaim mengenai planet-X. Sebuah planet dengan ukuran 4 kali bumi akan dapat dengan mudah dilihat oleh pada malam hari. Apalagi jika sedang dalam perjalanan mendekati bumi. Planet Jupiter dan Saturnus dapat kita lihat dengan mata telanjang pada malam hari walaupun dengan jarak yang sangat jauh. Demikian juga dengan planet Mars yang berukuran kira-kira setengah dari ukuran bumi, dapat kita lihat dengan mata telanjang.
Sebuah planet berukuran 8 kali planet Mars jika memang akan jatuh pada tahun 2012, pasti sudah dapat dilihat oleh semua orang sekarang. Namun pada kenyataannya tidak ada benda langit seperti itu terlihat di angkasa. Banyak sekali observatorium dengan teleskop mereka yang canggih selalu memonitor angkasa, pasti sudah menemukan planet-X bertahun-tahun sebelum planet-X tersebut menabrak bumi.
Dapat dipastikan film-film keluaran Holywood mengenai jatuhnya benda raksasa ke bumi dan membawa malapetaka bagi manusia, seperti film "Armageddon" dan "Deep Impact," mempengaruhi pendapat dan opini masyarakat. Hal ini kemudian dapat dieksploitasi oleh orang-orang terntentu untuk kepentingan mereka sendiri.
Lembaga Antarariksa Amerika (NASA) memiliki sebuah kelompok kerja yang disebut Near Earth Object Program, atau NEO Program. Tugas mereka adalah mendata obyek-obyek luar angkasa seperti asteroid, komet dan meteorid dan meneliti apakah obyek-obyek tersebut memiliki potensi untuk membahayakan bumi dan penghuninya.
Fokus dari Program NEO adalah obyek-obyek dengan ukuran diameter lebih dari 1 KM, dan berada pada jarak tertentu dari bumi. Hingga bulan November 2009, sudah ditemukan 6529 NEO, 1073 diantaranya memiliki diameter berukuran lebih dari 1 KM.
Melihat data yang ada di web site NEO, tidak ada obyek dengan karakteristik seperti planet-X atau Nibiru yang akan membahayakan bumi pada tahun 2012, atau bahkan untuk 100 tahun ke depan. NASA juga mengembangkan strategi penanggulangan jika ada obyek yang berpotensi menabrak bumi.
3. Planetary Alignment
Beberapa klaim perihal 2012 mengaitkan tanggal 21 Desember dengan planetary alignment atau kesejajaran planet-planet dalam sistem tata surya kita. Seperti kita ketahui tata surya kita memiliki 8 planet yang mengitari matahari. Planet-planet tersebut berputar mengelilingi matahari dan dalam beberapa kesempatan dapat berada dalam posisi segaris lurus dari planet terjauh, Neptunus, hingga yang terdekat dengan matahari yaitu Merkurius. (Catatan: Pluto tidak dihitung sebagai planet normal, tetapi dwarf planet, atau planet kerdil).
Menurut pendukung fenomena 2012, kesejajaran planet-planet tersebut akan membuat sebuah gaya gravitasi yang besar dan akan mempengaruhi bumi. Beberapa orang mengatakan bahwa akibat peristiwa ini dapat terjadi Tsunami raksasa di bumi, perubahan kutub magnetik bumi, perubahan rotasi bumi dll.
Pada kenyataannya, tidak ada planetary alignment yang akan terjadi pada tahun 2012, atau dalam puluhan tahun sesudah 2012. Untuk membuktikan hal ini saya menggunakan sebuah software open source gratis yang berfungsi untuk mempelajari mengenai benda-bendar ruang angkasa seperti matahari, bintang, planet-planet, bulan bahkan galaksi. Nama software tersebut adalah Celestia. Anda dapat mengunduh (download) secara gratis lewat link ini: http://www.shatters.net/celestia/
Dengan menggunakan software ini kita dapat melihat posisi planet-planet dalam tata surya kita pada tanggal 21 Desember 2012.
Gambar pertama di atas memperlihatkan keempat "planet dalam" (Merkurius, Venus, Bumi dan Mars), yang berada dalam orbit (elips biru) mengelilingi matahari (kuning terang di tengah). Tidak terlihat ada alignment diantara keempat planet tersebut.
Walaupun Merkurius dan Venus terlihat hampir sejajar pada gambar pertama, namun pada kenyataannya perbedaan antara kedua planet tersebut sangat-sangat jauh, seperti terlihat pada gambar kedua ini. Posisi Venus (latar depan) dibandingkan dengan posisi Merkuris terhadap matahari pada jam dan waktu yang sama dengan gambar pertama.
Bagaimana dengan "planet-planet luar?" Gambar ketiga memperlihatkan lokasi keempat planet-planet luar tersebut (Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus). Seperti dapat kita lihat sendiri, tidak ada kesejajaran planet-planet pada tanggal 21 Desember 2012.











Paul Tuanakotta
Pdp, SKom, CBC
