Sunday, February 4, 2007

Kontradiksi Alkitab

Siapakah ibu dari Raja Abia? Apakah Maakha anak Absalom (2 Taw 11:20) atau Mikhaya anak Uriel dari Gibea? Apakah Alkitab salah mencatat silsilah keluarga Raja Abia?

Pertanyaan ini mewakili pertanyaan-pertanyaan mengapa Alkitab isinya sering bertentangan antara satu ayat dengan ayat lainnya. Jawabannya; isi Alkitab tidak pernah bertentangan. Yang menjadi masalah adalah kadang-kadang kita sering kurang lengkap dalam memahami atau mengerti apa yang dimaksud oleh penulis Alkitab. Kita perlu mengingat bahwa Alkitab ditulis dalam kondisi, latar belakang budaya, bahasa dan hal-hal lain yang membedakan situasi penulisan dengan jaman sekarang.

Jika kita gagal untuk menerima dan merenungkan fakta ini maka kita dapat terjebak dengan kesimpulan kelompok yang menolak dengan kebenaran alkitab, dengan mengatakan Alkitab penuh dengan kontradiksi jadi tidak dapat dipercaya.

Salah satu contohnya adalah pertanyaan diatas. Apakah benar Alkitab salah mencatat silsilah keluarga Raja Abia? Mari kita pelajari hal ini.

Sesudah Mahalat ia (Rehabeam) mengambil Maakha, anak Absalom, menjadi isterinya, yang melahirkan baginya Abia, Atai, Ziza dan Selomit.
- 2 Tawarikh 11:20

Dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yerobeam menjadi rajalah Abia atas Yehuda. Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Mikhaya, anak Uriel dari Gibea. Dan ada perang antara Abia dan Yerobeam.
- 2 Tawarikh 13:1-2

Seperti kita lihat 2 Taw 11:20 menyebutkan ibu dari Abia adalah Maakha anak Absalom sedangkan 2 Taw 3:2 menyebutkan ibunya adalah Mikhaya anak Uriel. Manakah yang benar?

1. Masalah perbedaan nama Maakha dan Mikhaya.

Dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yerobeam bin Nebat menjadi rajalah Abiam atas Yehuda. Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Maakha, anak Abisalom.
1 Raja-Raja 15:1-2

1 Raj 15:1-2 mencatat silsilah raja yang sama (dalam tahun kedelapan belas zaman Raja Yerobeam, bandingkan 1 Raj 15:1, 1 Taw 13:1) yaitu raja Abia atau nama lainnya Abiam. Nama ibunya dicatat oleh 1 Raj 15:2 adalah Maakha anak Abisalom sedangkan 2 Taw 11:20 menyebutkan Maakha anak Absalom. Perhatikan ada perbedaan cara penulisan antara Abia dan Abiam serta Absalom dan Abisalom. Demikian juga dengan penulisan Maakha dan Mikhaya. Keduanya menunjuk kepada orang yang sama, yang berbeda adalah cara penulisannya.

2. Bagaimana dengan perbedaan nama ayah dari Maakha/Mikhaya?

Ayat 2 Taw 11:20 menyebut Maakha/Mikhaya adalah anak dari (daugther of, KJV) Absalom sedangkan 2 Taw 13:2 menyebutkan Maakha/Mikhaya anak (daugther of, KJV) dari Uriel orang Gibea. Manakah yang benar?

Salah satu ciri khas penulisan dalam Alkitab adalah ungkapan “anak-anak perempuan dari” atau “anak-anak perempuan” (daugther of) misalnya dalam 2 Sam 1:24 “Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul” dalam hal ini tidak berarti anak-anak perempuan Israel (Yakub) yang menangis karena Yakub dan anak-anaknya sudah mati beberapa ratus thun sebelumnya, tetapi yang dimaksud adalah keturunan Israel (Yakub).

Bagi Absalom lahir tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, yang bernama Tamar. Ia seorang perempuan yang cantik. (2 Sam 14:27 )

Nabi Samuel mencatat bahwa Absalom memiliki tiga anak laki-laki dan satu orang anak perempuan yaitu Tamar. Kemungkinan Maakha adalah anak Uriel orang Gibea dari hasil perkawinannya dengan Tamar anak Absalom. Sesuai dengan kebiasaan penulisan alkitab, Maakha/Mikhaya sebagai cucu secara sah dapat juga disebut sebagai anak (daugther of) Absalom.

Absalom adalah anak raja Daud dan memiliki status kerajaan yang sangat terpandang kemungkinan besar adalah kakek dari Maakha/Mikhaya, nama Absalom dengan status kerajaannya akan jauh lebih dikenal untuk dicatat dari pada nama Uriel, hal ini dibuat untuk memperkuat hubungan kerajaan mengingat suami Maakha/Mikhaya adalah Rehoboam, anak Raja Salomo cucu dari Raja Daud.

Jadi kalau kita lihat bentuk silsilahnya secara lengkap sebagai berikut:



Diagram ini bisa digunakan sebagai salah satu kemungkinan penjelasan mengapa Maakha/Mikhaya disebut sebagai anak Uriel tetapi juga sebagai anak Absalom.

Contoh di atas menyadarkan kepada kita bahwa sangat penting bahkan vital bagi orang Kristen untuk belajar dan merenungkan Alkitab dengan sungguh-sungguh. Orang Kristen sering berpendapat bahwa belajar Alkitab itu sulit dan hanya cocok untuk Hamba Tuhan dan mahasiswa teologia. Sikap yang benar seharusnya adalah menyadari bahwa memang tidak mudah untuk belajar Alkitab, itulah sebabnya orang Kristen harus sungguh-sungguh mau belajar Alkitab.

No comments:

Post a Comment