![]() |
| The Burial of Christ by Carl Heinrich Bloch |
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci. I Kor 15:3-4Pesan inti dari Injil adalah bahwa Kristus mati, dikuburkan, dibangkitkan dan hidup untuk selama-lamanya. Banyak pembahasan mengenai kematian dan kebangkitan-Nya, tetapi perihal penguburan-Nya jarang mendapat perhatian padahal hal ini merupakah hal yang tidak kalah pentingnya.
Setelah Yesus mati di kayu salib, mayat-Nya diturunkan dan ditaruh dalam sebuah kuburan baru yang belum digunakan milik seorang kaya bernama Yusuf Arimatea. Injil Markus 15:43 mencatat bahwa Yusuf Arimatea adalah anggota Majelis Besar Yahudi atau dikenal dengan nama Sanhedrin.
Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Matius 27:57-60
Mayat Para Kriminal
Dari sudut panjang sejarah, penguburan Yesus dilakukan dengan cara yang tidak lazim menurut kebiasaan saat itu. Yesus disalib atas perintah penguasa Romawi karena desakan orang-orang Yahudi (Kis 2:23). Menurut seorang pujangga Latin bernama Horace, orang-orang Romawi biasanya meninggalkan mayat kriminal yang disalib hingga membusuk. Dikatakan bahwa para budak yang disalib dijadikan makanan untuk burung-burung gagak.
Di lain pihak, orang-orang Yahudi memiliki tradisi bahwa semua orang yang dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Besar tidak boleh dikubur di dalam kuburan keluarga. Ada dua lokasi kuburan yang sudah ditentukan oleh Majelis Besar, satu untuk mereka yang dihukum dengan pedang atau digantung, dan satu lagi untuk mereka yang dirajam, disalib atau dibakar.
Juga adalah hal yang tidak lazim bagi Pilatus untuk menyerahkan mayat Yesus - yang dianggap bersalah karena menghujat Allah dan berkhianat kepada Kaisar – kepada orang lain yang bukan keluarga.
Mengapa Pilatus memberikan izin kepada Yusuf Arimatea untuk mengambil mayat Yesus dari kayu salib, padahal Yesus sudah menjadi pusat pergerakan di daerah tersebut. Tambahan pula Yesus sudah menubuatkan kebangkitannya dari kematian. Oleh karena itu Pilatus membuat persiapan untuk mencegah ada orang yang mencuri mayat Yesus sesuai dengan permintaan dari Imam besar dan orang Farisi.
Dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." Mat 27:63-64
Penguburan Yesus
Penguburan Yesus tidak mengikuti kebiasaan orang-orang Yahudi maupun Romawi, mengapa hal ini bisa terjadi?
Dalam satu sisi, hal ini bisa terjadi karena Yusuf Arimatea adalah seorang yang memiliki kaya yang terpandang dan memiliki pengaruh (Mrk 15:43). Ketika ia meminta mayat Yesus, Pilatus langsung memberikan izin (Mat 27:58). Tetapi hal lain yang harus kita pertimbangkan adalah adanya nubuatan ilahi yang menyebutkan:
Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. – Yesaya 53:9
Dalam bahasa asli kalimat “orang-orang fasik” lebih tepat diterjemahkan “orang kaya.” Dalam bahasa Inggris ditulis:
And he made his grave with the wicked, and with the rich in his death; because he had done no violence, neither was any deceit in his mouth. – Yesaya 53:9 (KJV)
Dan memang yang terjadi adalah Yesus mati di kayu salib di antara penjahat-penjahat, dan dikuburkan dalam kuburan milik seorang kaya bernama Yusuf Arimatea.
Tentunya mereka yang memusuhi Yesus menginginkan mayat Yesus dibaringkan di kuburan para penjahat, adalah sangat luar biasa jika 700 tahun sebelumnya seorang nabi sudah menubuatkan bahwa Yesus akan dikuburkan dengan orang kaya. Hal ini tidak terjadi secara kebetulan, Allah dengan kedaulatannya sudah menetapkan hal ini untuk digenapi.
[Aku] yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan. – Yesaya 46:10
Materai
Selain itu, kuburan Yesus juga diberi tanda materai Romawi yang resmi.
Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya. Matius 27:66
Pada masa itu, jika sebuah pintu diberi materai, pertama-tama pintu tersebut diikat dengan kuat kemudian di permukaannya dibubuhi tanah liat atau lilin dan lalu dicap dengan materai. Dengan demikian setiap usaha untuk membuka pintu tersebut akan segera terlihat.
Tidak berhenti disitu, penguasa Romawi juga menempatkan tentara untuk menjaga kubur Yesus. Hal-hal ini memperlihatkan bagaimana penguasa Romawi pada saat itu memberikan perhatian khusus terhadap kuburan Yesus.
Rempah-rempah
Setelah dibaringkan dalam kubur, mayat Yesus dikapani dan kemudian dibubuhi rempah-rempah seperti kebiasaan orang-orang Yahudi.
Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. Yoh 19:39-40Satu hal yang dapat kita simpulkan dari hal ini adalah murid-murid Yesus tidak berpikir bahwa Yesus akan bangkit lagi, oleh karena itu mereka mengkapani dan membubuhkan rempah-rempah kepada mayat Yesus. Mereka juga tidak ingat kepada nubuatan dalam Mazmur 16:10
Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. - Mazmur 16:10Itulah sebabnya tidak mungkin murid-murid Yesus kemudian membuat suatu rekayasa bahwa Yesus akan bangkit kembali. Dari awal mereka sudah membayangkan bahwa mayat Yesus akan membusuk dan kembali ke tanah. Tetapi tiga hari kemudian barulah mereka melihat dengan mata mereka sendiri bahwa Yesus benar-benar bangkit. Hal inilah yang melahirkan iman kepada Tuhan yang hidup. Inilah yang melahirkan kekristenan ke dalam dunia.
Amin.

No comments:
Post a Comment