Saya baru sadar bahwa ketika setahun yang lalu saya pergi ke Singapura untuk nonton balap F1 malam hari yang pertama kali digelar dalam sejarah, saya juga, tanpa saya sadari, sedang menyaksikan kecurangan paling parah dalam sejarah balap F1. Saya bersama Gaby, Lita adik saya, suaminya Dicky, serta anak mereka Sera, duduk di Bay Grandstand, lokasi di mana Nelson Piquet Jr. menabrak tembok setelah keluar dari tikungan 17 pada lap ke 14. Tabrakannya cukup spektakuler dengan suara cukup keras. Bekas-bekas pecahan mobil bertebangan ke mana-mana (belakangan Gaby dan Sera kebagian pecahan mobil tersebut).
Saya ingat teman saya Febi dan Lita (Nurmisari not Lita Tuanakotta my sister) yang duduk tidak jauh dari bangku saya langsung berteriak ketika terjadi kecelakaan. Kemudian mereka berlari ke arah depan untuk bisa melihat lebih dekat apakah Nelson Piquet baik-baik saja. Dan benar, Piquet Jr. ke luar dari mobil kemudian berlari ke arah petugas lapangan (marshal). Setelah aman di balik pagar, ia melambaikan tangan ke arah penonton untuk memberi tahu bahwa ia baik-baik saja. Penonton pun bertepuk tangan.
Sementara di bagian lain dari sirkuit, semua pembalap lain masuk pit stop ketika tahu bahwa Safety Car akan masuk ke track. Tak lama kemudian, terjadilah peristwa heboh dimana pembalap Ferrari, Felipe Massa, keluar dari pit box sambil membawa selang bahan yang masih terpasang pada mobilnya. Felipe Massa yang tadinya memimpin lomba akhirnya harus menunggu kru Ferrari mencabut selang bahan bakar dan kembali ke sirkuit pada urutan paling belakang.

Beberapa lap (lap 12) sebelum peristiwa tabrakan Nelson Piquet Jr., teman satu timnya, Fernando Alonso, sudah lebih dahulu masuk ke pit stop. Hal ini membuat ketika lomba diteruskan, Alonso memimpin lomba dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Saya jadi teringat bagaimana Febi dan Lita, keduanya fans berat Alonso, melonjak-lonjak kegirangan, apalagi setelah sepanjang race mereka mendengar celaan dari bule-bule fans McLaren dibelakang mereka yang merendahkan Alonso. hehehe.
Setelah race usai, kami semua turun dari grandstand dan ternyata ada seorang bule yang sudah masuk track, tepat di lokasi tabrakan Nelson Piquet Jr. dan sedang mengambil pecahan-pecahan mobil bekas tabrakan tersebut. Gaby dan Sera kebagian potongan kecil. Lumayan buat kenang-kenangan pikir kami.

Mengingat kembali peristiwa itu, ternyata kami benar-benar sedang menjadi saksi sejarah F1. Tidak saja untuk pertama kalinya kami nonton langsung balap F1, tetapi juga balapan F1 malam pertama, dan, sedihnya, kecurangan paling parah dalam sejarah F1.
Dari tiga orang yang terlibat, Flavio Briatore (pimpinan tim Renault F1), Pat Symonds (manajer teknik F1) dan Nelson Piquet Jr., Flavio-lah yang mendapat hukuman paling parah. Padahal Flavio merupakan sosok yang termasuk menonjol dalam F1. Flavio sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia Formula 1. Dimulai ketika ia menjadi direktur komersial di tim Benetton pada tahun 1989.
Pada tahun 1991, Flavio Briatore merekrut seorang pembalap baru yang bernama Michael Scumacher. Michael masuk Benetton mendampingi juara dunia tiga kali yaitu Nelson Piquet Sr., ayah dari Nelson Piquet Jr.
Dan sejarah mencatat kejelian Briatore terhadap talenta Michael Schumacher membuahkan hasil, satu tahun setelah debutnya, Michael memenangkan balap pertamanya di sirkuit Spa Franchorchamp, Belgia. Dan Michael kemudian menjadi juara dunia dua kali berturut-turut bersama tim Benetton pada tahun 1994 dan 1995, dan pada tahun 1995, Benetton juga meraih juara konstruktor.
Ketika Renault kembali masuk ke Formula 1 pada tahun 2000, Flavio menjadi Direktur dan kemudian merekrut Fernando Alonso pada tahun 2003. Alonso menjadi juara dunia pada tahun 2005 dan 2006, sementara tim Renault F1 menjadi juara konstruktor pada tahun 2005.

Sosok Flavio Briatore selalu dekat dengan glamor, super model dan bintang-bintang film. Ia pernah menjalin hubungan dengan 3 super model papan atas, Naomi Campbell, Heidi Klum dan menikahi model Elisabetta Gregoraci, yang berumur 30 tahun lebih muda.

Apakah Flavio Briatore akan diingat sebagai sosok yang membawa sukses bagi Michael Schumacher dan Fernando Aloson, Benetton dan Renault F1? Atau akan diingat sebagai orang yang membuat kecurangan paling parah dalam sejarah F1?
Cukup pas apa yang dikatakan oleh Flavio:
“Formula One is not just about sport and technology,” katanya. “What attracts people is the glamour, the lifestyle, the drama…”
Links: My Singapore F1 GP Trip Photo Album 1, 2 & 3
wah, sama sama patria di atas -entah insting atau apa, hehe..- triak2 mas.
ReplyDeletewah... "sengaja tuh... masa bisa, tu kan trek lurus, ah kmgkn bisa nabrak.."
believe it or not, that's what we said. ^^
ternyata... tak sampai setahun kemudian, baru deh terungkap 'konspirasi' itu. saya dan patria langsung telepon2an mengingat hal yg kami ucapkan thn lalu. hehe..
we ARE indeed parts of the history; the first night race in f1, and yes just what u've said, the biggest (one of) cheat in f1 as well.
thn ini ga ke singapura lagi?