Klik link untuk melihat artikel Mission Trip: Hari 1 - Hari 2 - Hari 3 - Hari 4.
Bulan Maret ini saya kembali mendapat tugas ikut rombongan KOM Nasional. Setelah November tahun lalu ke Pare, Blitar, Kediri dan sekitarnya, maka kali ini kami akan ke Jawa Tengah. Solo, Karanganyar dan menyeberang ke Jawa Timur yaitu ke Madiun.
Sabtu 8 Maret 2008, 12:00 Saya berangkat 1 hari lebih awal dari rombongan utama supaya bisa menjenguk jemaat di Solo. Perjalanan dari Bogor ke Bandara Sukarno Hatta berlangsung biasa-biasa saja. Suasana jadi cukup seru ketika pesawat sudah take off. Setengah perjalanan ke Solo, kapten pilot memberitahukan bahwa cuaca kurang bersahabat jadi penumpang diminta untuk mengenakan sabuk pengaman.
Betul saja, tidak lama kemudian pesawat mulai berguncang-guncang. Awalnya agak jarang tetapi kemudian guncangan semakin sering dan semakin kuat. Saya duduk di sebelah seorang ibu setengah baya. Dia begitu ketakutan sampai mencengkeram pergelangan tangan saya begitu kuatnya sambil berdoa. Akhirnya pesawat mendarat dengan mulus di Solo. Semua bernafas lega sambil tidak lupa mengucap syukur kepada Tuhan. Namun kemudian ketika pesawat sedang taxi menuju tempat parkir, saya mendengar pramugari berkata kepada temannya "That was the worst flight I've ever had!" dengan raut muka sedikit pucat tetapi lega.
Well thank you miss for your encouragement.
16.20 Sesudah mengambil koper saya ditelpon oleh pengerja di Solo. Masalahnya kami belum pernah bertemu jadi ia menanyakan ciri-ciri baju saya. Saya kemudian keluar dan sudah banyak orang yang menjemput saudara mereka masing-masing, saya sendiri hanya berdiri karena penjemput saya katanya sudah menunggu diluar. Setelah beberapa saat akhirnya ada yang menghampiri saya dan berkata dengan agak ragu-ragu "Bapak Paul Tuanakotta?".
"Betul" kata saya.
"Wah maaf pak, saya dari tadi mencari orang yang berkulit gelap dan berambut keriting, soalnya nama bapak seperti nama orang Ambon. Ternyata orangnya putih dengan rambut lurus....."
"Lho... saya memang orang Ambon, tapi 50% saja.... 50% lagi chinese...." Kata saya.
"Pantes pak...."
:-)
Tanpa buang waktu kami berangkat ke Hotel. Tidak lama setelah keluar dari kompleks bandara, hujan turun dengan derasnya. Dalam hati saya kembali bersyukur kepada Tuhan karena hujan baru turun setelah pesawat mendarat. Saya cek GPS, jarak dari bandara Adi Sumarmo ke pusat kota Solo sekitar 7.5 KM.
15.30 Setelah check in dan beres-beres sebentar langsung berangkat ke Gereja untuk membagikan pengajaran mengenai Penafsiran Alkitab Induktif. Hujan masih turun dengan derasnya, tetapi hal tersebut tidak menghalangi jemaat untuk datang walaupun agak terlambat.
20.30 Selesai acara, langsung diajak mencicipi makanan khas Solo yaitu Timlo. Ternyata enak juga, tapi rasanya koq porsinya sedikit sekali ya? Mungkin karena dari siang belum sempat makan ya?
21.30 Pulang ke hotel, mandi, tidur.




No comments:
Post a Comment