Sunday, March 9, 2008

Solo Mission Trip - Day 2

Klik link untuk melihat artikel Mission Trip: Hari 1 - Hari 2 - Hari 3 - Hari 4.

Minggu, 9 Maret 2008, 7.00
Sarapan di hotel, kemudian keluar untuk melihat-lihat kota Solo di minggu pagi. Kebetulan Hotel tempat saya menginap berada di jalan utama kota Solo yaitu jalan Slamet Riyadi. Sepanjang jalan banyak pedagang kaki lima yang berjualan makanan.





10.00
Check out dari hotel dan dijemput oleh pak Yulius Haryono untuk mengunjungi beberapa jemaat. Perlu diketahui bahwa pada Desember 2007 yang lalu kota Solo sempat mengalami banjir akibat meluapnya sungai Bengawan Solo. Dan ada beberapa jemaat yang menjadi korban. Salah satunya adalah sepasang suami istri yang sudah lanjut usia ini.


Mereka hidup sangat sederhana disebuah rumah petak yang ukurannya tidak lebih dari 2 x 5 meter! Bagian depan rumah sempat ambruk ketika dilanda banjir setinggi dada orang dewasa. Suami bekerja sebagai penjahit tetapi sedang mengalami sakit kaki, jadi agak kesulitan dalam menggunakan mesin jahit. Istri bekerja sebagai penjual ayam goreng. Hidup mereka termasuk sangat sulit, bahkan beberapa hari sebelumnya mereka harus menjual daster bekas hanya untuk supaya bisa beli makan. Tetapi satu hal yang saya kagumi dari mereka adalah bahwa mereka sangat bersemangat ketika bersaksi mengenai kebaikan Yesus dan bagaimana mereka bertekad untuk tetap setia kepada Yesus!






Kami juga mengunjungi rumah keluarga jemaat lain yang tidak kalah memprihatinkan kondisinya. Sebuah rumah petak berukuran 3 x 3 meter diisi dengan 9 orang! Mulai dari kakek sampai cucu! Tetapi di sini pun saya melihat betapa mereka juga setia kepada Yesus. Apalagi sang kakek yang baru pulang dari Men's Camp. 1..2..3... Yes! :-)





Setelah makan siang, kami melewati sungai Bengawan Solo. Kelihatannya hujan deras semalam membuat permukaan sungai Bengawan Solo agak meningkat. Entah apa yang dicari oleh orang-orang di dalam perahu karet itu.



14.00 Kami kembali ke rumah dan bersiap-siap untuk ibadah malam. Pkl 16.00 Hujan kembali turun, kali ini bahkan lebih deras dari hari sebelumnya. Saya teringat bahwa pesawat rombongan dari Jakarta akan mendarat pukul 17.00. Apakah pesawat bisa mendarat? Benar saja beberapa menit sebelum ibadah dimulai (pkl 17.00) pak Ivan SMS dari Jakarta menanyakan apakah di Solo cuacanya buruk, karena penerbangan mereka diundur dengan alasan bandara Solo ditutup.







19.30 Setelah selesai ibadah kami makan malam dan kemudian saya bergabung dengan rombongan Jakarta di hotel.

No comments:

Post a Comment