A1GP Lippo Karawaci tinggal 3 bulan lagi, tapi belum ada tanda-tanda kesibukan. Bahkan press conference-nya yang akan diselenggarakan pun ditunda tanpa kepastian. Padahal, perlu persiapan khusus menggelar street racing. Rumors yang berkembang, ketidakpastian itu lantaran tak mendapat restu dari Menegpora selaku penanggungjawab olahraga tertinggi di Indonesia. Benarkah seri Karawaci bisa terselamatkan dengan catatan A1GP Pusat (A1 International) mau mengalah?
Merasa Dilangkahi
Kita semua senang jika seri A1GP pada 9 November 2008 bisa terlaksana. Sebab balapan yang akan memakai mobil baru buatan Ferrari itu termasuk bergengsi, selain F1 dan Indycar. Di samping itu, Sentul dua kali sukses menggelar A1GP. Dengan pindah ke Karawaci, sebenarnya lebih menarik karena street racing memiliki tingkat kesulitan lebih besar.
Sayangnya, pihak Lippo Karawaci dan promotor yang telah tanda tangan setuju untuk sebuah kerjasama 5 tahun, kali ini dalam posisi lebih banyak menunggu. Itu lantaran pihak Menegpora merasa dilangkahi. "Waktu itu promotor dengan diantar pengurus PP IMI menghadap Menegpora untuk melaporkan bakal ada A1GP di Karawaci. Tapi, Menegpora tidak setuju karena menganggap dilangkahi," ujar pembalap nasional yang enggan disebut jatidirinya.
Pria yang akan menjadi racing committee di A1 Karawaci itu menambahkan, Menegpora tersinggung lantaran hanya dilapori setelah publikasi soal A1 Karawaci diekspos luas. "Mestinya, kantor Menegpora dilibatkan. Karena A1GP merupakan balapan antarbangsa. Selain itu, Menegpora juga ingin dilibatkan dalam pembentukan tim. Sekali lagi, alasannya A1GP adalah world motorsport of nations," lanjutnya.
Hal ini dibenarkan Irawan Sucahyono, kabid olahraga PP IMI. Menurutnya, Menegpora tak ingin semata kepentingan bisnis menjadi acuan penentuan pembalap. "Sekarang ini siapa yang menjadi seatholder, membayar sejumlah uang, lalu bebas menentukan pembalap. Nah, itu Menegpora yang beda prinsip dengan A1GP Pusat. Kalau bisa, penentuan pembalap melalui mekanisme seleksi. Jadi, benar-benar yang terbaik membawa nama Merah Putih," kata Irawan.
Skenario Mundur
Lalu, apa yang ditunggu sekarang? Irawan menuturkan, saat ini terjadi saling tunggu antara A1GP Pusat, promotor bersama pihak Lippo Karawaci serta Menegpora. Namun karena tes resmi akan segera dilakukan akhir Agustus dan seri pembuka digelar 21 September di Mugello, Italia, seluruh persoalan harus segera tuntas.
"Intinya, sebenarnya, sebaiknya seri Karawci bisa terselenggara. Karena Pak James Riady (bos Lippo Karawaci) sudah invest dan menganggap secara bisnis feasible. Kita berharap, A1GP Pusat akhirnya mau memenuhi permintaan Menegpora," ujar Irawan yang meminta semua pihak menahan diri tak memberi statement hingga menjelang deadline.
Persoalan gengsi rupanya yang kental di sini. Dengan asumsi A1GP Pusat sudah terlanjur sounding Jakarta menggelar seri ke-3 (9 November), ada celah penyelenggara balap pimpinan Tony Teixiera mengalah. Intinya, A1GP bisa kembali mampir Jakarta. Tetapi, bisa juga A1GP mengabaikan dan meninggalkan seri Karawaci mengganti dengan negara lain. Soal Lippo Karawaci telah teken kontrak, masih bisa dibicarakan lagi.
Persoalan yang berlarut-larut ini juga mencuatkan skenario baru. Yaitu memundurkan seri Karawaci menjadi 14 Desember mengganti Zhuhai, Cina. Harapannya, dalam sisa waktu yang ada, sudah ditemukan titik terang.
Atau pindah sentul saja? "Tidak mungkin. Kalau ke Sentul ngapain Pak James (Riady) capek-capek ngeluarin 4,5 juta dolar AS? Beliau mau karena ingin A1GP digelar di Lippo Karawaci miliknya." sahut pembalap nasional yang tahu banyak soal A1GP Karawaci.
Sementara itu Bagoes Hermanto, team principal A1GP Indonesia mengaku tetap akan jalan dengan atau tanpa seri Karawaci. "Berbagai latihan telah dilakukan Satrio dan optimis bisa mendapat hasil lebih baik. Memang akan lebih ideal jika seri Karawaci bisa terselenggara. Berarti memiliki home race. Saya berharap bisa segera ditemukan solusi terbaik dalam hal ini," kata bagoes.
No comments:
Post a Comment