Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. - Efesus 5:22-24Dalam hal pernikahan kristen, hal penundukan istri kepada suami adalah topik yang seringkali menjadi persoalan yang menimbulkan pertentangan. Pada satu sisi ada yang berpendapat bahwa istri harus tunduk kepada suami secara mutlak tanpa syarat, di sisi lain ada pendapat bahwa bahwa gerakan emansipasi wanita membuat istri tidak perlu lagi tunduk kepada suami.
Lalu apa sebenarnya yang dimaksud Alkitab mengenai hal ini? Dari sejak awal, Tuhan sudah merancang hal ini. Adam dan Hawa diciptakan untuk menaklukan dan berkuasa atas bumi, hewan dan tumbuhan (Kej 1:28-30). Dilain pihak, Adam dan Hawa harus mentaati perintah Allah dan tunduk kepada otoritas Allah (Kej 2:15-16). Namun kemudian Adam dan Hawa melanggar perintah Allah sehingga dosa masuk ke dalam dunia dan karena itu dibutuhkan sistem otoritas. Sistem otoritas ini dibutuhkan supaya ada perlindungan kepada manusia. Alkitab banyak berbicara mengenai hal ini.
Pertama-tama, kita harus tunduk kepada Allah (Yak 4:7), kemudian dalam 1 Korintus 11:2-3 disebutkan bahwa suami harus tunguk kepada Kristus sebagaimana Kristus tunduk kepada Allah. Ayat berikutnya menyebutkan bahwa istri harus mengikuti teladan ini dan tunduk kepada suaminya.
Tunduk adalah respon alamiah kepada kepemimpinan dalam kasih. Ketika seorang suami mengasihi isterinya sebagaimana Kristus mengasihi gereja (Efesus 5:25-33) maka tunduk adalah respon alamiah dari isteri kepada suaminya. Kata bahasa Yunani yang diterjemahkan tunduk (hupotasso) adalah kata kerja yang berbentuk terus menerus. Ini berarti bahwa tunduk kepada Tuhan, pemimpin, dan suami kita, bukanlah tindakan yang dilakukan satu kali, melainkan sikap yang terus menerus ada dalam pikiran kita dan menjadi pola tingkah laku kita.
Tunduk yang dibicarakan dalam Efesus 5 bukanlah berbicara mengenai sikap tunduk sepihak dari orang percaya kepada orang yang egois dan mau menguasai. Sikap tunduk dalam Alkitab dirancang sebagai sikap antara dua orang percaya yang dipenuhi Roh dan saling tunduk satu dengan yang lain dan kepada Tuhan. Tunduk adalah jalan dua arah, Tunduk adalah posisi kehormatan dan kesempurnaan. Ketika isteri dikasihi sebagaimana Kristus mengasihi jemaatnya, tunduk tidaklah sulit. Efesus 5:24 mengatakan, “Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu” (Efesus 5:24). Ayat ini mengatakan bahwa isteri harus tunduk kepada suaminya dalam segala sesuatu yang benar dan menurut hukum. Karena itu isteri tidak wajib melanggar hukum atau mengabaikan hubungannya dengan Allah.
Kata “tunduk” dalam Efesus 5:21 adalah kata yang sama dalam 5:22. Orang-orang percaya harus tunduk satu dengan yang lainnya karena menghormati Kristus. Jika kita pelajari Efesus pasal 5, maka kita mendapati bahwa ayat 19-21 berbicara mengenai hasil-hasil kepenuhan Roh Kudus (5:18). Orang-orang percaya yang penuh dengan Roh Kudus selalu menyembah (5:19), bersyukur (5:20), dan tunduk (5:21). Paulus kemudian melanjutkan jalan pikirannya tentang hidup yang dipenuhi dengan Roh Kudus dan menerapkannya kepada suami dan isteri dalam ayat 22-23.
PS: Artikel ini juga dimuat dalam majalah Change!, September 2008
No comments:
Post a Comment