Iblis berkata kepada Adam dan Hawa bahwa mereka “Sekali-kali tidak akan mati (Kej 3:4), mereka akan menjadi seperti Allah (Kej 3:5b), dan bahwa mereka akan tahu tentang yang baik dan yang jahat,” bukan kebetulan jika ketiga hal tersebut termasuk dalam pilar-pilar kepercayaan dari New Age Movement.
Bahkan manusia menjadi begitu disesatkan mereka juga beranggapan bahwa mereka “berpikir” bahwa mereka bisa melakukan apa saja. Kejadian pasal 11 ayat 1-7 mencatat hal tersebut:
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Dalam terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari keluaran LAI, ayat 6 ditulis “Lalu Ia berkata, "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa, dan ini baru permulaan dari rencana-rencana mereka. Tak lama lagi mereka akan sanggup melakukan apa saja yang mereka kehendaki.” Begitu sombongnya manusia, sehingga mereka berpikir bahwa mereka bisa melakukan apa saja. Dan hal ini akan digenapi di akhir zaman.
Ciri khas lain dari NAM juga ditulis dalam ayat 6 yaitu mengenai “satu bangsa dan satu bahasa”, lihat saja lirik lagu “Imagine” yang dinyanyikan John Lennon, berbicara tentang tidak ada perbedaan bangsa dan negara, tidak ada perbedaan agama dan sebagainya. Lagu itu ditutup dengan kata-kata yang seharusnya membuat kita waspada “I hope someday you’ll join us, and the world will be as one.” Perlu dicatat bahwa kesatuan disini sangat jauh berbeda dengan kesatuan di dalam tubuh Kristus. Kesatuan dalam NAM berbicara perihal sinkretisme, dan bagaimana kita harus kompromi dengan dosa supaya bisa bersatu dengan orang lain. Betul kita harus menghormati orang lain, tetapi tidak berarti kita kompromi dengan dosa.
Pada masa ini, kita melihat bagaimana apa yang tercatat dalam Kejadian pasal 11 akan kembali terulang, dan ini sangat sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan oleh Alkitab dalam kitab Wahyu. Dimulai dengan dibentuknya suatu pemerintahan global yang dipimpin oleh Antikris (Wahyu 13:7). Hal ini semakin degenapi dengan milhat bagaimana semakin banyak seruan untuk sebuah pemerintahan regional dan global, baik secara politik (Uni Eropa) maupun secara Ekonomi (1 mata uang regional bahkan global).
Secara teknologi manusia juga mulai berpikir bahwa pada satu saat mereka dapat mencapai suatu titik dimana mereka “tidak dapat mati.” Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat membuat hal ini menjadi mungkin menurut mereka. Raymond Kurzwell seorang ilmuwan yang juga penganut Transhumanisme (kemampuan melebihi manusia normal) menulis dalam bukunya bahwa pada suatu saat nanti manusia dapat hidup selamanya dengan menggunakan teknologi yang sudah ada.
Manusia berpikir mereka mengerti segalanya yang ada dalam alam semesta ini, mereka juga berpikir dapat mengatur mana yang baik dan mana yang jahat sesuai dengan kehendak hati mereka sendiri. Semua hal-hal ini sama dengan yang ditawarkan oleh Iblis di taman Eden.
Puncak dari semua pemberontakan manusia itu terjadi di suatu tempat bernama Harmagedon. Wahyu 16:14 dan 16 menuliskan “Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa… Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.” Dan Wahyu 19:19 menuliskan “Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.”
Seperti pada peristiwa Babel di mana mereka membangun menara untuk bisa sampai ke langit, maka di akhir zaman, manusia benar-benar percaya bahwa dengan kekuatan mereka baik yang didukung dengan pengetahuan dan teknologi yang tinggi dapat benar-benar menantang dan mengalahkan Tuhan pencipta langit dan bumi.
Ribuah tahun sebelum Yesus lahir, Daud menulis nubuatan ini dalam Mazmur pasal 2 ayat 1-4:
“Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: "Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!" Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.”
Betapapun hebatnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia, tidak ada artinya dibandingkan dengan Tuhan. Kita perlu mengerti hal ini dan berhati-hati dengan apa yang dunia tawarkan, baik lewat pemberitaan di media, lewat lagu-lagu, lewat semboyan bahkan lewat training dan seminar New Age Movement, yang mengajak kita melihat dan menggali potensi diri kita yang tidak ada batasnya. Hal ini sangat bertentangan dengan Firman Tuhan! (/ptk)
No comments:
Post a Comment