![]() |
| Crucifixion of Jesus (c) tangda1000 |
Rencana Allah Bapa bagi Dunia
Alasan pertama berkaitan dengan sifat Allah yang penuh kasih terhadap manusia.
Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. – Kis 2:22-23
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. – Yoh 3:16
Menggenapi Nubuatan
Alasan kedua mengapa harus Yesus adalah untuk menggenapi nubuatan para nabi. Perjanjian Lama mencatat sekitar 300 nubuatan tentang kelahiran, pelayanan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Semua nubuatan tersebut dicatat oleh nabi-nabi yang berbeda dalam jangka waktu beberapa ratus tahun. Dr. Peter Stoner seorang profesor sains dari Westmont College menghitung bahwa kemungkinan untuk satu orang secara kebetulan memenuhi 48 (dari 300) nubuatan saja adalah 1 banding 10157 (artinya ada 157 angka nol)*! Suatu angka yang luar biasa besar. Artinya adalah tidak mungkin Yesus secara kebetulan menggenapi 48 nubuatan secara kebetulan, apalagi Alkitab mencatat bahwa semua 300 nubuatan digenapi oleh Yesus. Hal ini bukan kebetulan, tetapi memang sudah menjadi rencana Allah. (* J.R. Cross, All that the Prophet have spoken, 2001, Goodseed International)
Yesus Tidak Berdosa
Sejak kejatuhan manusia, Allah sudah memberikan pola kepada manusia tentang cara penebusan yang ditentukan olah Allah.
Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. – Kej 3:21
Allah menjadi pribadi yang pertama kali dalam sejarah menumpahkan darah ketika Ia menyembelih binatang untuk diambil kulitnya untuk membuat pakaian bagi Adam dan Hawa. Jika kita renungkan, yang berdosa adalah Adam dan Hawa, tetapi yang harus mati adalah binatang yang tidak bersalah.
Pola ini juga tampak ketika korban Kain yang berupa hasil tanah dan pertanian tidak diterima oleh Allah, tetapi korban Habel yang berupa anak sulung kambing domba diterima oleh Allah (Kej 4:1-4). Demikian juga sepanjang sejarah Perjanjian Lama, kita melihat bahwa penumpahan darah dari yang tidak bersalah menjadi pola bagi penebusan.
Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. – Im 17:11
Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. – Ibr 9:22
Tetapi kematian binatang dan pencurahan darah dalam perjanjian lama hanya berfungsi sebagai penutup dosa saja tidak dimaksudkan untuk menghapus dosa manusia secara sempurna.
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. – Ibr 10:1
Oleh karena itulah Yesus turun ke dunia ini sebagai korban penebus dosa yang sempurna.
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus… Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. – Ibr 10:10, 14
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. – 2 Kor 5:21
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. – 1 Pet 1:19
Yesus adalah Allah
Alasan yang lain adalah karena Yesus adalah Allah. Mengapa demikian? Mari kita lihat ilustrasi berikut:
Ada seseorang bernama Wira dan istrinya Lina bertamu ke rumah sahabat mereka, Yudi. Karena agak ceroboh, Wira menyenggol vas bunga milik Yudi sehingga jatuh dan pecah berantakan. Wira kemudian minta maaf kepada Yudi sebagai pemilik dari vas tersebut.
Jika kemudian Yudi berkata “Saya maafkan kamu, tetapi tolong bayar 10.000 rupiah untuk mengganti vas tersebut!” Apakah itu dapat dikategorikan memaafkan secara sungguh-sungguh? Tidak! Jika kesalahan seseorang sudah dimaafkan, maka tidak ada lagi kesalahan yang harus dibayar. Itulah inti dari memaafkan.
Jika Yudi berkata “Saya maafkan kamu, tetapi saya minta istri Anda, Lina, untuk membayar 10.000 rupiah” Apakah itu dikategorikan memaafkan secara sungguh-sungguh? Tidak! Itu hanya memindahkan pembayaran kesalahan kepada orang lain yang tidak ada kaitannya dengan kejadian tersebut.
Jadi siapa yang harus membayar kesalahan tersebut? Karena Wira sebagai pihak yang bersalah sudah dimaafkan, maka yang tersisa adalah Yudi! Yudilah yang harus membayar kerugian akibat kesalahan tersebut.
Wira bersalah kepada Yudi, pihak yang memaafkan adalah Yudi dan siapa yang harus membayar? Yudi.Demikian juga terjadi dalam hubungan kita dengan Allah.
Manusia bersalah kepada Allah, pihak yang memaafkan adalah Allah dan siapa yang harus membayar? Allah sendiri!Itulah sebabnya Yesus adalah sepenuhnya Allah. Karena hanya Dialah memiliki hak untuk memaafkan, tetapi karena setiap pelanggaran harus ada hukuman, tidak ada pihak lain yang bisa melakukannya kecuali Allah sendiri.
Hal ini juga menjelaskan mengapa harus ada Tritunggal. Jika Yesus bukan Allah, maka Yesus tidak berhak menebus dosa umat manusia, itu artinya sama seperti Yudi dalam ilustrasi tersebut meminta pihak lain untuk membayar ganti rugi vas bunga tersebut.
Puji syukur kepada Allah, karena pengorbanan Yesus maka kita beroleh keselamatan dan hidup yang kekal. Yesus adalah Allah!
Amin!
- Paul Tuanakotta

No comments:
Post a Comment