Friday, January 18, 2008

The Secret: New Age Movement Among Us

Jika kita pergi ke toko buku yang memiliki jaringan luas di Indonesia dalam beberapa hari ini, maka kita pasti akan disuguhkan dengan sederatan buku dengan tema-tema yang mirip satu sama lain. Tema tersebut adalah seputar kesuksesan, kekayaan dan pelatihan motivasi. Simak saja beberapa judul berikut:
  • “Mengapa Kami Ingin Anda Menjadi Kaya” oleh Donald J. Trump dan Robert T. Kiyosaki
  • “Cara Cepat Menjadi Kaya dan Tetap Kaya Selamanya” oleh Robert T. Kiyosaki dan Sharon L. Lechter, C.P.A.
  • “Sukses Bersama Kekayaan dan Kegembiraan” oleh Sayling Wen dan Tsai Chih Chung
  • “Berpikir Dan Menjadi Kaya” oleh Napoleon Hill
  • “Bebaskan Potensi Dahsyat Anda untuk Kesuksesan yang Tak Terbatas” oleh Brian Tracy
  • “Financial Revolution” oleh Tung Desem Waringin
  • “Re-Code your Change DNA: Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan” oleh Rhenald Kasali
  • Dan yang paling fenomenal adalah buku “The Secret” oleh Rhonda Byrne.
Sebenarnya masih banyak lagi buku-buku yang serupa. Tetapi apa yang sebenarnya ditawarkan oleh konsep-konsep dalam buku ini? Mari kita lihat secara sekilas isi dari buku-buku tersebut yang cukup mewakili:
  • Bebaskan Potensi Dahsyat Anda untuk Kesuksesan yang Tak Terbatas, Brian Tracy: Mengubah cara berpikir anda, Putuskan untuk menjadi kaya, Membebaskan kekuatan mental anda, Memompa Pikiran anda
  • Financial Revolution, Tung Desem Waringin: Bagaimana membuat uang mengejar Anda, Bagaimana memulai usaha dengan kemungkinan berhasil 98%, Bagaimana memulai usaha tanpa modal
  • The Secret, Rhonda Byrne: Anda dapat memiliki atau melakukan apapun yang anda inginkan, Anda memiliki kekuatan yang tersembunyi dan belum tergali di dalam diri Anda
Kita dapat menarik kesimpulan umum ada beberapa hal yang ditawarkan oleh konsep-konsep ini.
  1. Sukses dan kekayaan adalah hal yang harus diraih oleh manusia
  2. Kita dapat mengubah hidup kita menjadi sukses dan kaya dengan mengubah pola berpikir kita
  3. Kita bisa menjadi sukses dan kaya tergantung oleh kita sendiri, bukan oleh pihak lain
  4. Kita sudah memiliki kemampuan dalam diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita, untuk melakukan semua hal yang kita inginkan
Semuanya dapat disimpulkan dalam sebuah nama: New Age Movement atau Gerakan Zaman Baru.

Sekilas tidak ada yang terlalu aneh dari konsep-konsep tersebut, bahkan kelihatannya sangat baik, tetapi masalahnya, apa yang baik menurut manusia belum tentu benar menurut Allah. Pertanyaan bagi kita sebagai orang Kristen adalah, apakah konsep-konsep yang ditawarkan oleh para ‘pakar’ dan ‘guru’ ini sesuai dengan Firman Tuhan? Untuk membahasnya kita akan menelaah buku yang mendapat peringkat ‘terlaris’ (best seller) baik secara internasional maupun nasional.


The Secret

Jika ada buku-buku yang mengajarkan perihal kekayaan, kelompok lain mengajarkan perihal motivasi dan perubahan, sedangkan buku lain mengajarkan mengenai kesuksesan maka buku The Secret dapat dianggap sebagai kulminasi dari buku-buku tersebut. Hal ini disebabkan karena buku The Secret mengajarkan bahwa pada dasarnya manusia sendirilah yang menentukan apakah ia menjadi kaya atau miskin, sukses atau tidak, sehat atau sakit.

Sebelumnya perlu ditegaskan bahwa banyak hal-hal baik yang dapat diambil dari buku-buku motivasi seperti The Secret. Sebagai contoh, The Secret mengajarkan konsep mengucap syukur, berpikiran positif, memberi, mengasihi dll. Bahkan tidak jarang anda akan menemukan para penulis menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk mendukung konsep mereka. Beberapa penulis bahkan menyebut diri mereka orang Kristen.

Masalahnya sesuatu yang baik belum tentu benar. Alkitab mencatat dalam 2 Korintus 11:13-15 bahwa iblispun menyamar sebagai malaikat terang. Kita perlu waspada dan melihat apakah ada perbedaan antara ajaran tersebut dengan standar Alkitab. Apakah orang Kristen yang sudah ditebus oleh darah Kristus boleh terlibat dan berpartisipasi dalam aktifitas New Age Movement ini? Apakah hal-hal ini bertentangan dengan Alkitab dan mendukakan hati Tuhan?


Hukum Tarik-Menarik

Pada halaman 3 dari buku tersebut terdapat penjelasan mengenai apa sebenarnya inti dari Rahasia itu:
Bob Proctor
Mungkin Anda sudah duduk di sana bertanya-tanya,
“Apakah Rahasia ini?” Saya akan menceritakan bagaimana saya telah memahaminya.
Kita semua bekerja dengan satu daya yang tak terhingga. Kita semua membimbing diri dengan hukum-hukum yang persis sama. Hukum-hukum alam dari semesta ini begitu tepat, sehingga kita bahkan tidak mengalami kesulitan dalam membangun pesawat ruang angkasa, kita dapat mengirim manusia ke bulan, dan kita dapat menghitung pendaratannya dengan ketepatan seperdetik.
Di mana pun Anda berada – India, Australia, Selandia Baru, Stockholm, London, Toronto, Montreal, atau New York – kita semua bekerja dengan satu daya. Satu hukum.
Hukum tarik-menarik (The Law of Attraction)
Rahasianya adalah hukum tarik-menarik!
Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup Anda ditarik oleh Anda ke dalam hidup Anda. Dan segala sesuatu itu tertarik ke Anda oleh citra-citra yang Anda pelihara dalam benak; oleh apa yang Anda pikirkan. Apa pun yang berlangsung dalam benak, Anda menariknya ke diri Anda.
The Secret, Halaman 3
Penulis Rhonda Byrne menjelaskan bagaimana hukum tarik-menarik bekerja dalam hal kekayaan.
Orang yang menarik kekayaan ke dalam hidupnya telah menggunakan Rahasia ini, terlepas dari apakah disadari atau tidak disadari. Mereka memikirkan pikiran-pikiran tentang kelimpahan dan kekayaan, dan mereka tidak memperbolehkan pikiran-pikiran yang sebaliknya memasuki benak mereka. Pikiran utama mereka adalah kekayaan. Mereka hanya mengenal kekayaan, dan tidak ada hal lain yang mengada dalam benaknya. Terlepas dari apakah mereka menyadarinya atau tidak, pikiran utama tentang kekayaanlah yang mendatangkan kekayaan pada mereka. Inilah tindakan hukum tarik-menarik.
The Secret, Halaman 6
Pendukung dari The Secret mengatakan dasar dari hukum ini adalah bahwa ‘segala sesuatu dalam alam semesta ini adalah suatu energi’, dan pikiran kita menimbulkan suatu getaran (vibrasi), yang menarik segala sesuatu kepada diri kita seperti magnet. Dalam wawancara program TV CNN “Larry King Live” Bob Proctor mengatakan “Otak kita adalah sebuah alat elektronik. Tubuh kita juga alat elektronik. Dan tubuh kita adalah suatu getaran …. Dan jenis getaran tertentu menentukan apa yang kita tarik”. Jadi Alam Semesta ini, seperti Jin dalam botol, merespon sesuai dengan apa yang kita pikirkan melalui getaran otak kita (hal 51). Apa yang kita “inginkan” itulah yang kita dapatkan. Jadi manusia dan alam semesta ini menjadi seperti mesin-mesin yang saling terhubung satu sama lain.

Namun menurut The Secret, jika memikirkan “saya tidak ingin punya hutang” atau “saya tidak ingin di PHK,” maka anda juga akan menarik apa yang anda tidak inginkan tersebut. Hukum tarik-menarik tidak mengenal kata-kata “tidak ingin”. Dalam halaman 16, Lisa Nichols menyebutkan bahwa hukum tarik-menarik hanya mewujudkan apa yang anda pikirkan, tidak tergantung dari apakah anda yang anda pikirkan tersebut anda inginkan atau tidak.

Lalu bagaimana cara menggunakan hukum tarik-menarik ini? The Secret merumuskannya dengan tiga langkah sederhana: Meminta, Percaya dan Menerima. Sepertinya tidak asing di telinga kita bukan? Benar ada konsep Alkitab yang mirip dan bahkan dikutip dalam buku The Secret yaitu dari Matius 21:22 dan Markus 11:24. Tetapi The Secret tidak membahas kutipan ayat ini, misalnya meminta kepada siapa? Hal ini membawa kita kepada konsep selanjutnya dalam The Secret yaitu soal Semesta.

James Arthur Ray salah seorang guru dari The Secret menulis dalam buku The Science of Success, halaman 22.
Kebanyakan karya besar di bidang religius, ilmiah, filosofis dan metafisik mengajarkan bahwa kita adalah ciptaan Tuhan. Jika kita berasal dari Tuhan, kita pasti merupakan bagian dari Tuhan. Jika Anda tidak menyukai kata “Tuhan,” gantikan dengan “energi,” “Pikiran universal,” atau “kesadaran.” Tidak menjadi masalah bagaimana Anda menyebutnya. Jika Anda dan saya berasal dari Tuhan atau energi atau kesadaran, kita pasti merupakan bagian dari Tuhan, energi, atau kesadaran itu. Dan untuk alasan itu semata, kita layak memperoleh yang baik yang kita inginkan.
Rhonda Byrne menulis dalam The Secret halaman 194.
Pasokan yang sesungguhnya adalah suatu ladang yang tidak kasatmata, terlepas dari apakah Anda menyebutnya sebagai Semesta, Akal Mahatinggi, Tuhan, Inteligensi Tak Terbatas, atau apa pun. Manakala Anda menerima sesuatu, ingatlah bahwa Anda telah menariknya ke diri anda melalui hukum tarik-menarik, dengan menempatkan diri pada frekuensi itu, dan menyelaraskan diri dengan Pasokan Semesta.

Jadi The Secret tidak mengenal suatu Allah yang memiliki pribadi, Allah yang kudus. Bahkan tidak ada indikasi mengenai baik atau jahat, kebenaran atau dosa. Manusia digambarkan sebagai allah-allah, yang memiliki kemampuan untuk menciptakan atau menarik segala sesuatu. Semuanya mengenai manusia, bahkan disebutkan dalam halaman 196 “Anda adalah Tuhan dalam sebuah tubuh fisik. Anda adalah Spirit dalam daging. Anda adalah Kehidupan Abadi yang mengungkapkan diri sebagai ANDA. Anda adalah mahluk jagat raya. Anda adalah kesempurnaan. Anda adalah keluarbiasaan. Anda adalah pencipta, dan Anda menciptakan penciptaan ANDA di planet ini.”

Pernyataan ini mengingatkan kita kepada percakapan antara ular dan Hawa di taman Eden, ular berkata: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Kej 3:4-5. Dalam peristiwa ini Hawa dikelabui sehingga ia menganggap bahwa ia bisa menjadi seperti Allah. Ironisnya justru karena ingin menjadi seperti Allah, perbuatan Adam dan Hawa membawa dunia ini ke dalam kematian, kutuk dan hubungan yang terpisah dari Allah.

Manusia memang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, tetapi hal ini tidak menjadikan manusia sama dengan Allah. Sungguh menggelikan jika ciptaan menyamakan dirinya dengan pencipta. Citra dan gambar Allah dalam manusia sudah rusak ketika manusia jatuh ke dalam dosa, manusia butuh penebusan yang datang lewat karya Kristus di kayu salib.

Latar Belakang

Yang ada di belakang pengajaran ini adalah sebuah pergerakan yang dinamakan “Mental Science,” “Mind Science,” “Divine Science,” atau “Science of Mind.” Akarnya dapat ditemukan dari pemikiran Emmanuel Swedenborg (1688 – 1772) yang mengajarkan bahwa Allah bukanlah seorang pribadi, Yesus adalah penunjuk jalan, penyakit adalah akibat pikiran dan keinginan buruk. Pengajaran ini dilanjutkan oleh Anton Mesmer lewat pengajaran mengenai hipnotisme dan Phineas Parkhurst Quimby yang dikenal sebagai bapak dari Pemikiran Baru (New Thought) yang adalah juga guru dari Mary Baker Eddy (1821-1910) yang mendirikan ajaran sesat Christian Science.

Ideologi dari Christian Science adalah bahwa Allah adalah suatu Pikiran Ilahi (Divine Mind), dan bahwa sakit penyakit adalah akibat pikiran kita tidak sinkron dengan Pikiran Ilahi. Istilah lain dari Pikiran Ilahi adalah Akal Ilahi atau Akal Semesta (The Secret, halaman 192). Hubungan antara Pikiran dan Semesta ini dirangkum dalam kalimat di halaman 208 “Semesta muncul dari pikiran. Kita mencipta bukan saja takdir kita tetapi juga Semesta.”

Salah satu bidat lain yang muncul dari gerakan ini adalah Church of Religious Science. Norman Vincent Peale salah seorang pengikut bidat ini mengatakan: “Lewat doa anda memanfaatkan faktor terbesar dalam diri anda sendiri, pemikiran dan kesadaran yang dalam, yang oleh Yesus disebut dengan istilah Kerajaan Allah di dalam dirimu. Berpikir positif adalah istilah lain untuk iman” Ia juga menyebutkan “Pikiran dan kesadaran anda memiliki kuasa untuk mengubah keinginan menjadi kenyataan… jika keinginan tersebut cukup kuat.” (http://normanvincentpeale.wwwhubs.com)

Konsep-konsep seperti Kuasa Berpikir Positif, Kesembuhan Iman, Kesembuhan Rohani, Hubungan Tubuh-jiwa-roh, Doa ‘meng-klaim’, Visalisasi, Kesadaran Tingkat Tinggi dan Sukses Lewat Sikap Mental Positif semuanya berakar dari pengajaran Pemikiran Baru (http://www.life-enrichment.ca)

Banyak orang dapat tersesat dan berpikir bahwa ajaran-ajaran ini adalah ajaran yang sesuai dengan Firman Tuhan. Para pengikut ajaran-ajaran ini sering sekali mengutip perkataan-perkataan Yesus, dan menamakan diri mereka sendiri sebagai Kristen Praktikal. Mereka percaya bahwa Alkitab mengandung rahasia-rahasia rohani yang dapat dibuka hanya jika sudah mencapai tingkat kesadaran yang ‘lebih tinggi’.

Yesus berkata dalam Matius 21:22 “…Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” Yesus juga mengajarkan untuk berdoa dengan kerendahan hati “…jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” dalam Matius 6:10. Yesus mengajarkan apa yang ditulis dalam Mazmur 37:3-5 “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;”

Doa bukan suatu metode atau teknik untuk mendapatkan sesuatu, atau mengatur sesuatu, tetapi justru suatu komitmen penyerahan dan iman dihadapan Allah pencipta alam semesta. Yang utama doa justru mengubah orang yang berdoa, bukan mengubah lingkungan di sekitarnya. Pada saat kita berdoa meminta sesuatu kita sedang mengkonfirmasi iman kita bahwa Allah sanggup menjawab doa kita, sekaligus mengkonfirmasi penyerahan kita kepada kehendak Allah.

Tetapi ada yang mengklaim bahwa apa yang diajarkan The Secret benar-benar terjadi ketika mereka praktekan. Jika sesuatu bisa dilakukan tidak berarti hal tersebut boleh dilakukan. Pertanyaannya adalah apakah hal tersebut sesuai dengan nilai-nilai kekristenan. Banyak hal dalam dunia ini yang dapat terjadi misalnya santet, debus, sihir dsb. tetapi tidak berarti hal-hal tersebut boleh dilakukan.


Kesimpulan

Buku The Secret maupun buku-buku motivasional lainnya banyak mengajarkan kepada kita mengenai hal-hal baik seperti berpikir positif, bertindak positif, bersyukur, memberi dll. Tujuan dari buku-buku tersebut adalah bagaimana dengan usaha kita sendiri bisa berusaha untuk mencapai kesuksesan, kelimpahan, kekayaan dan kesembuhan di dunia ini, suatu kriteria sempit yang masih jauh dari tujuan utama Allah bagi manusia yaitu hidup kekal bersama Allah.

Buku-buku ini menganggap manusia sebagai allah-allah dan sama sekali tidak membahas mengenai dosa, surga maupun neraka, apalagi membahas mengenai Tuhan sebagai pribadi. Tuhan adalah sekedar suatu sumber yang harus kita kuras untuk kepentingan diri kita sendiri. Buku-buku ini seringkali mengutip dari Alkitab, bahkan ada juga penulis dari buku-buku ini mengaku sebagai hamba Tuhan.

Lalu bagaimana sikap kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah ditebus? Ingatlah selalu bahwa Alkitab tidak mengajarkan bahwa apapun yang kita ingini pasti kita dapatkan. Kita sebagai manusia memiliki keterbatasan yang tidak dimiliki oleh Allah. Allah lebih mengetahui apa yang sebenarnya kita butuhkan, bahkan sebelum kita minta. Semakin kita intim dengan Tuhan dan merenungkan Firman Tuhan, maka kita akan semakin mengerti apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dalam hidup kita, sehingga kita bisa menyelaraskan keinginan kita kepada Tuhan dan dapat sepenuhnya berserah kepada kehendak Tuhan.

Waspada dengan pengajaran yang mengesampingkan Tuhan dan mengagung-agungkan kemampuan manusia. Ketika manusia mulai merasa (imagined - KJV) bahwa ia dapat melakukan apapun juga seperti kejadian menara Babel maka Allah akan turun tangan dan menserakkan meraka (Kej 11:6). Namun demikian hal ini sudah dinubuatkan oleh Alkitab. Di akhir zaman manusia akan semakin merasa kuat dan merasa bisa melakukan apa saja, sehingga pada puncaknya manusia dari bangsa-bangsa akan berkumpul bersama-sama Antikris untuk menantang Yang Maha Tinggi di lembah Megiddo, Armageddon. Namun Yesus bersama orang-orang kudus akan turun dan mengalahkan mereka berikut kesombongan mereka.

Maranatha!

2 comments:

  1. SALUT FOR YOU!
    WELEH, WELEH, SEMANGAT YA PAUL TP TLG YA DIPERHATIKAN PEMBAHASAANNYA AGAR LEBIH MANTAP BAGI SEMUA KALANGAN. SUKSES GBU (dANIEL k

    ReplyDelete
  2. Terima kasih pak Daniel untuk masukan dan dukungannya. JBU 2!

    ReplyDelete