Saturday, June 21, 2008

2008: Year of New Street Circuit

Balapan jalan raya (street circuit) bukanlah hal yang baru dalam dunia balapan. Tetapi bagi saya pribadi tahun 2008 merupakan the Year of New Street Circuit. Bagaimana tidak, selain balapan di Monte Carlo, Monaco, ada dua sirkuit jalan raya baru dalam kalender Formula 1. Yang pertama adalah di kota Valencia dan yang kedua di Singapore. Balapan di Singapore bahkan akan menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya balapan Formula 1 diadakan pada malam hari.


Balapan di jalanan Singapura diadakan pada malam hari.


Namun yang membuat tahun 2008 benar-benar unik adalah balapan A1 di Indonesia yang pada tahun ini diadakan di jalan raya daerah Karawaci, Tangerang, Jawa Barat. Bagi orang Indonesia balapan jalan raya identik dengan balap motor Road Race di mana batas-batas track ditandai dengan ban bekas dan karung pasir. Namun untuk balapan A1, maka sirkuit harus memiliki standar internasional Grade 2, hanya satu tingkat dibawah standar sirkuit Formula 1.


Tikungan Massenet di Monaco pada hari-hari biasa.



Tikungan yang sama pada saat balapan Formula 1


Untuk menyiapkan suatu street circuit maka lintasan yang akan digunakan harus dipersiapkan secara matang. Pagar pembatas, tribun penonton, akses masuk, tempat parkir, paddock (garasi) hanyalah sebagian kecil dari hal-hal yang harus dipersiapkan oleh penyelenggara. Hal ini akan membuat balapan A1 pada tanggal 7 November 2008 ini menjadi sangat menarik untuk diikuti. Milis A1Indonesia sudah menyatakan kesediaannya untuk membantu paling tidak dari segi promosi dan awareness masyarakat mengenai A1 Grand Prix.


Para pekerja sedang memasang pembatas jalan di Valencia


Menarik untuk dicatat, gagasan untuk mengadakan balapan (entah F1 ataupun A1) di jalan raya sudah dicetuskan oleh gubernur DKI (pada waktu itu masih diduduki oleh Sutiyoso) seperti diberitakan oleh detiksport pada tanggal 24 April 2006.


Senin, 24/04/2006 18:33 WIB
Jakarta Ingin Seperti GP Monaco
Ken Yunita - detikSport

Jakarta - Seperti tidak mau kalah dengan Singapura, Jakarta pun diangan-angankan bisa menggelar balapan mobil a la Monaco alias mengadakannya di jalan raya.

Demikian dicetuskan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso usai bertemu dengan dua pembalap Indonesia yang akan mengikuti Formula 3 Asia yakni Bagoes Hermanto dan Satrio Hermanto.

Ide itu menurut Bang Yos -- sapaan Sutiyoso -- tercetus dari tingginya minat masyarakat Indonesia pada event otomotif bertaraf internasional, contohnya A1 Grand Prix di Sentul beberapa waktu lalu.

"Masyarakat kita begitu antusias menyaksikan balapan itu, dan kita juga sedang mempelajari kemungkinan adanya street racing. Apakah itu di (Jalan) Sudirman, Thamrin, sekitar Monas, atau apakah di Ancol. Pokoknya sedang kita survey dan pelajari," papar Bang Yos di Balaikota, Jl. Medan Merdeka Utara, Senin (24/4/2006).

"Ini semua semata-mata untuk mempromosikan Jakarta dengan brand image baru, yakni Enjoy Jakarta!. Bahwa Jakarta itu layak dikunjungi karena memang aman, antara lain dengan adanya sirkuit bertaraf internasional. Dan juga nanti ada balapan kayak di Monaco," sambungnya.

Untuk diketahui, jalan raya di Monte Carlo, Monaco, setiap tahunnya diubah menjadi sirkuit balap mobil Formula 1, yang mana dikenal sebagai "surga"-nya seri kejuaraan mobil paling prestisius tersebut.

Negara tetangga Singapura baru-baru ini didengungkan akan menggelar balapan serupa dengan Monaco, yaitu diadakan dengan menyulap jalan raya menjadi sirkuit selama tiga hari di akhir pekan.

Kembali ke gagasan Bang Yos, apakah itu berarti sirkuit yang ada saat ini, Sentul, dianggap tidak layak menggelar kejuaraan bertaraf internasional?

"Bukannya tidak layak, tapi nyatanya presiden saja sampai dibonceng pakai motor (sewaktu akan membuka A1GP di Sentul). Ini artinya akses ke sana sulit kalau ada event-event besar," jawab mantan Pangdam Jaya yang juga ketua umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan pembina klub sepakbola Persija Jakarta itu.

Lalu, kapan targetnya Jakarta bisa jadi seperti Monaco, Bang Yos? "Kalau bisa tahun depan, sebelum Sutiyoso lengser," jawabnya sambil tertawa, yang juga disambut gerr oleh para wartawan.

"Yang jelas kita akan survey dan mengajak konsultan asing untuk lihat-lihat. Kalau bisa jadi tentu akan sangat menarik. Orang tidak perlu susah-susah pergi ke sirkuit, turis juga bisa menonton dari atas kamar hotel," pungkasnya.



Jika tidak ada perubahan, kita akan melihat 20 lebih mobil balap Ferrari di jalanan sekitar Super Mall Lippo Karawaci.


PS: Artikel ini adalah bagian dari rangkaian artikel Road to A1GP Indonesia Street Circuit.

No comments:

Post a Comment