Note: Artikel ini merupakan bagian dari seri pembahasan mengenai Halloween. Klik judul-judul artikel di bawah ini untuk melihat artikel-artikel lainnya.
Menu: Pendahuluan | Sejarah Halloween | Tradisi Dalam Halloween | Karakter Populer Halloween | Bahaya Serius Halloween
Dalam artikel ini kita akan melihat beberapa tokoh populer yang sering dipakai anak-anak dalam memakai kostum Halloween
Penyihir/Dukun

Penyihir dan dukun, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Witch atau Sorcerer, itu ada dan nyata. Bukan tahayul omong kosong, bahkan sangat populer di antara masyarakat di seluruh dunia, mulai dari mereka yang disebut paranormal, dukun santet, atau penyihir seperti Harry Potter. Sebuah survei di Amerika menyebutkan, banyak remaja percaya mengenai ilmu sihir dan bahkan aktif dalam melakukan ilmu sihir. Lihat saja serial Charmed di TV atau serial yang dulu juga ditayangkan di Indonesia, Sabrina the Teenage Witch. Penyihir dalam film itu adalah wanita-wanita muda bahkan remaja yang sangat modern, bukan gambaran penyihir yang bungkuk, jelek dan tua, yang membawa sapu sebagai kendaraan untuk terbang.
Salah satu penyihir terkenal yang dicatat oleh Alkitab adalah penyihir dari Endor dalam I Samuel 28. Raja Saul menemui tukang sihir ini supaya dapat bertemu dengan arwah nabi Samuel. Saul meminta petunjuk arwah Samuel mengenai cara mengalahkan orang Filistin. Padahal dalam Keluaran 22:18 disebutkan menjadi tukang sihir adalah kejahatan besar dan dapat dihukum mati. Ulangan 18:9-14 memperjelas larangan bagi umat Tuhan untuk mempraktekkan okultisme.
“Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu. Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu. Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu. Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian.” - Ulangan 18:9-14
Vampir

Karakter populer lainnya adalah vampir, terutama drakula. Karakter ini paling populer di antara anak-anak, dengan jubah hitam dan gigi taring yang menonjol. Memang terlihat lucu dipakai oleh anak-anak, tetapi para orang tua harus mengetahui beberapa hal mengenai vampir.
Pertama. Dalam sejarah dicatat, ada kelompok masyarakat yang percaya kepada vampir, drakula, dan manusia serigala. Dan kelompok tersebut selalu berhubungan dengan ilmu hitam.
Kedua. Drakula adalah nama dari seseorang dalam sejarah, bukan khayalan.
Tiga. Semakin banyak anak-anak dan remaja yang percaya kepada vampirisme dan bahkan benar-benar meminum darah.
Vampir diambil dari kata wampyr dalam bahasa Slavonic. Orang-orang Slav percaya bahwa vampir adalah mayat hidup yang tidur dalam kuburan waktu siang dan mencari mangsa waktu malam. Mereka juga menyebutnya Nosferatu yang artinya "mayat hidup". Perlu dicatat bahwa penganut okultisme hingga sekarang percaya adanya vampir dan bahkan mempraktekkannya.
Sekilas Mengenai Drakula

Pada tahun 1897, Bram Stoker menerbitkan sebuah buku berjudul Dracula. Sejak saat itu, banyak film dibuat berdasarkan buku tersebut. Tetapi Drakula sebenarnya adalah nama seorang maniak yang membunuh ribuan orang selama enam tahun. Hidup sekitar tahun 1431-1476, Drakula membunuh orang dengan cara melindas mereka di bawah kereta kuda, dikuliti hidup-hidup, disula, digoreng, ditusuk dan sebagainya. Juga terhadap bayi dan anak-anak. Drakula bahkan pernah memaku sorban seorang Turki ke kepalanya karena orang Turki tersebut tidak bersedia melepaskannya.
Hal yang paling mengerikan yang dilakukan oleh Drakula adalah merancang suatu cara untuk menghilangkan orang miskin, melarat, orang tua renta, orang lemah, dan berpenyakit. Drakula mengundang mereka semua pada suatu pesta makan, tetapi setelah mereka berkumpul Drakula mengunci dan menyegel tempat tersebut dan kemudian membakarnya. Tidak satu orangpun lolos. Apakah kita tega membiarkan anak-anak mengidentifikasikan diri mereka dengan orang ini?
Manusia Serigala, Werewolves

Manusia Serigala atau Werewolves mengambil ide bahwa manusia dapat berubah wujud menjadi binatang. Hal ini sangat dipercayai terutama pada jaman purbakala. Fenomena perubahan ini disebut lycanthropy yang arti literalnya adalah manusia menjadi binatang dan sebaliknya. Perlu kita ketahui bahwa lycanthropy dicatat dalam Alkitab ketika Allah mengubah raja Nebukadnezar sehingga berperilaku seperti binatang.
“Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!" Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.” - Daniel 4:31-33
Selama tujuh tahun raja Nebukadnezar menjadi seperti binatang. Iblis juga mencoba meniru Tuhan dengan adanya manusia serigala.
Kesimpulan
Seperti anda lihat, Halloween adalah upacara berhala. Karakter-karakter utama dalam Halloween semuanya jahat, atau dirasuki oleh roh jahat. Halloween menawarkan konsep, ajaran, dan kepercayaan yang tidak sehat baik secara mental maupun spiritual.
No comments:
Post a Comment