Thursday, October 1, 2009

Tradisi Dalam Halloween

Note: Artikel ini merupakan bagian dari seri pembahasan mengenai Halloween. Klik judul-judul artikel di bawah ini untuk melihat artikel-artikel lainnya.

Menu: Pendahuluan | Sejarah Halloween | Tradisi Dalam Halloween | Karakter Populer Halloween | Bahaya Serius Halloween


Tradisi-Tradisi Dalam Halloween

Dalam Artikel ini kita akan belajar mengenai asal usul dari nama dan beberapa tradisi yang sering dilakukan dalam Halloween.



Dari Manakah Datangnya Nama Halloween?

Seperti disebutkan sebelumnya, hari raya Druid ini nama aslinya adalah Samhain (dibaca so-wein). Ketika Gereja Katolik Roma menjadi kekuatan politik dan kekuatan agama di dunia, penyembahan berhala masih tetap dirayakan di daerah-daerah tertentu. Pada tahun 800 Sesudah Masehi, Gereja Katolik Roma memindahkan hari raya Orang-orang Kudus (All Saints' Day) dari 1 Mei ke 1 November. Semua orang-orang suci (Santa dan Santo) yang tidak mendapatkan hari raya khusus dalam kalender gereja, diberikan penghormatan pada 1 November, All Saints' Day, atau All Hallow's Day. Hari ini juga adalah hari di mana jemaat memberikan penghormatan pada orang mati dengan mengunjungi kuburan mereka. Hari sebelumnya yang asli kemudian diganti dengan Malam Orang Kudus atau All Hallow's Eve, atau disingkat Halloween. Tetapi usaha untuk "mengkristenkan" upacara penyembahan berhala ini ternyata gagal.

Hanya namanya saja yang berubah, tetapi isi pesan dan kegiatan Halloween tetap sama, mengenai kematian. Tidak ada nilai-nilai kekristenan dalam Halloween. Tidak sekalipun nama Yesus Kristus disebut-sebut dalam Halloween. Walaupun Natal dan Paskah juga dapat dihubungkan dengan hari raya tradisional, tetapi Natal dan Paskah sangat sarat dengan pribadi Tuhan Yesus. Tetapi dalam Halloween tidak sekalipun menyebut atau ada hubungannya dengan Tuhan Yesus. Halloween adalah hari yang didedikasikan pada berhala, ketakutan, horor, okultisme, dan kematian. Kita tidak dapat mengikuti Halloween untuk kemuliaan Tuhan.

"... Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah." - 1 Korintus 10:31


Dr. John MacArthur menulis:
"Memakai kostum dan berpura-pura menjadi penyihir, hantu atau roh jahat tidak sejalan dengan kesaksian Kristen. Lebih jauh lagi, banyak dari tradisi dan kebiasaan Halloween berhubungan dengan upacara penyembahan berhala. Mereka umumnya berkaitan dengan kejahatan, setan, penyihir, dan tahayul. Jika kita sebagai orang tua kristen mengabaikan aspek kegelapan dari kegiatan tersebut dan menganggapnya hanya sebagai ekspresi imajinasi atau tahayul dan bahkan mendukung anak-anak kita untuk mengikutinya, maka kita mengambil resiko dengan menganggap peperangan rohani seperti dalam Efesus 6:10 sebagai suatu hal yang tidak terlalu penting."


Asal Usul Tradisi Memakai Kostum


Salah satu ciri utama perayaan Halloween adalah kostum. Ternyata penggunaan kostum ini tidak sekedar untuk meresapi semangat Halloween, tetapi memiliki sejarah tersendiri yang cukup mengerikan. Pada malam 31 Oktober, Druid mengharuskan setiap orang untuk membuat api unggun yang besar. Pada api tersebut mereka mengorbankan hewan, hasil panen, dan manusia sebagai persembahan kepada dewa-dewi mereka.

Pada saat melakukan ritual ini, setiap orang memakai kostum yang terbuat dari kulit dan kepala binatang. Kemudian mereka memanggil roh-roh, mencari tanda-tanda dari korban yang sedang meronta kesakitan karena terbakar api. Mereka juga melompati unggun tersebut atau bahkan berlari melintasi nyala api tersebut, sambil menyanyi dan menari. Semua ini dilakukan dengan tujuan mengusir roh-roh jahat. Mereka percaya bahwa Saman menyuruh roh-roh jahat ini untuk menyerang mereka pada malam sebelum festival 1 November. Satu-satunya cara mereka melepaskan diri adalah dengan memakai kostum, menyamar menjadi seperti roh-roh jahat tersebut.

Kalau memang demikian, roh-roh jahat ini mestinya sangat bodoh, karena mereka tidak dapat mengenali orang-orang yang menyamar dengan kostum ini. Kenyataannya yang bodoh adalah para pengikut Druid ini, dan juga mereka yang sekarang dengan sadar atau tidak sadar mengenakan kostum pada saat Halloween. Mereka dikelabui dengan tahayul konyol yang menyedihkan.

“Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.” - Roma 1:21


Pada saat seseorang mengenakan kostum sewaktu Halloween, secara tidak sadar mereka menghidupkan kembali roh Halloween yang penuh dengan penyiksaan, kejahatan, dan kebodohan.

“...Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!” - Roma 13:12


Asal Usul Api Unggun - Bonfire


Menurut Kamus The Oxford English Dictionary, kata bonfire diambil dari kata bone-fire (api tulang), karena api unggun besar tersebut menyala oleh tumpukan tulang-tulang. Kelompok Druid memiliki dua upacara besar setiap tahunnya di mana mereka mengorbankan manusia dan binatang dengan cara dibakar dalam api unggun. Acara pertama diadakan setiap 30 April malam (Beltane) dan acara kedua pada Samhain atau Halloween. Hari berikutnya, upacara memanggil roh dilakukan berdasarkan sisa-sisa tulang yang dibakar tersebut. Ritual ini disebut bone-fire atau bonfire.


Asal Usul "Trick or Treat"


Ciri khas lain dari Halloween pada jaman sekarang adalah anak-anak pergi dari rumah ke rumah untuk meminta permen Halloween sambil berkata "trick or treat!". Hal ini tidak (atau belum) terlihat pada perayaan Halloween di Indonesia, tetapi ada baiknya jika kita juga melihat ada apa di balik kegiatan ini.

Druid juga mempercayai bahwa jika seseorang lupa untuk memakai kostum atau kostum yang mereka pakai tidak dapat mengelabui roh-roh jahat, ada cara lain untuk mengusir roh-roh jahat itu. Orang-orang menyiapkan "treat" (persembahan/upeti) berupa makanan dan buah-buahan, kemudian menyediakan tempat tinggal bagi roh-roh gentayangan tersebut untuk satu malam. Jika roh jahat tersebut merasa puas dengan persembahan/upeti ("treat") yang diberikan orang tersebut, maka roh jahat tersebut tidak akan menyihir "trick" orang tersebut dengan mantera-mantera jahat.

Seorang mantan dukun penyihir bernama Irene Park berkata:
Pengikut Druid di Irlandia biasanya berkeliling di daerah mereka pada 31 Oktober malam untuk mengumpulkan persembahan kepada Iblis. Mereka membawa lentera, kantung uang, dan tongkat yang memiliki ujung yang sangat tajam (biasa disebut tongkat leprechaun, tanduk keberuntungan, atau tongkat peri). Mereka akan meminta sejumlah uang pada setiap rumah. Jika penghuni rumah tersebut tidak dapat atau tidak bersedia memberikan sejumlah persembahan yang diminta, pengikut Druid ini akan menggunakan tongkat tersebut untuk mengebiri anggota keluarga pria atau salah satu dari ternak mereka.

Tidak ada satu bagian pun dalam kegiatan "trick or treat" ini yang memuliakan nama Yesus. Pada saat orang memberikan "treat" (sekarang biasanya berupa permen Halloween), maka sebenarnya mereka sedang memberikan persembahan kepada dewa berhala.

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” - 2 Korintus 6:14-17



Asul Usul dari Lentera Labu (Jack-O-Lantern)

Ciri berikutnya dari Halloween kemungkinan paling banyak kita kenal yaitu lentera yang terbuat dari labu, yang diukir sehingga menampilkan bentuk wajah tengkorak, pada bagian dalam dari lentera tersebut dipasang sebuah lilin. Apa makna dari lentera labu ini?



Lentera labu ini ternyata memiliki makna yang sama dengan penggunaan kostum, yaitu untuk mengusir roh-roh jahat. Dalam salah satu buku ditulis lentera labu ini dipasang oleh pemilik rumah untuk menandakan bahwa keluarga tersebut bersimpati kepada pengikut roh-roh jahat, sehingga mereka tidak akan diganggu pada malam Halloween. Kita tentunya tidak bersimpati pada roh-roh jahat! Oleh karena itu tidak pada tempatnya jika kita menampilkan atau memasang lentera labu tersebut maupun simbol-simbolnya.

Lentera labu yang diukir ini kemungkinan besar berasal dari kebiasaan para penyihir untuk menggunakan lentera dari tengkorak manusia. Tetapi dalam kebudayaan Irlandia, terutama di antara keturunan Irlandia di Amerika, Jack-O-Lantern berasal dari legenda "Irish Jack".

Legenda tersebut menceritakan mengenai seorang pemabuk bernama Jack yang mencoba mengelabui Iblis dengan cara menjebak Iblis naik ke suatu pohon apel, kemudian Jack membuat tanda salib pada pohon tersebut sehingga si Iblis tidak dapat turun lagi dari pohon apel tersebut. Jack kemudian menyuruh Iblis bersumpah bahwa si Iblis tidak akan memburu jiwa Jack pada saat Jack mati. Iblis dengan berat hati setuju.

Pada saat Jack mati, ia ditolak masuk ke dalam kerajaan Surga karena pada masa hidupnya ia selalu mabuk-mabukan dan mementingkan diri sendiri. Kemudian Jack dikirim menghadap Iblis, tetapi Iblis menolak Jack karena Iblis sudah bersumpah tidak akan mengganggu jiwa Jack. Akhirnya Jack tidak memiliki tempat untuk pergi, ia terkutuk menjadi roh gentayangan di bumi. Pada saat Jack meninggalkan gerbang neraka, ia sedang memakan labu, si Iblis memberikan bara api menyala yang kemudian oleh Jack ditaruh di dalam labu tersebut. Sejak saat itu Jack mengembara di bumi membawa lentera sehingga disebut "Jack-O-Lantern".

Legenda tersebut sangat tragis. Legenda tersebut memperlihatkan bagaimana orang tidak mengenal Firman Tuhan ataupun jalan menuju Surga.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 3:16

“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” - Yohanes 3:18


“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” - Yohanes 3:36


Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa manusia yang meninggal tidak dapat gentayangan di bumi. Tidak ada perjanjian yang bisa dilakukan dan ditepati oleh Iblis. Hanya ada dua pilihan, Surga atau neraka. Jika kita tidak mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka kita sudah berada di bawah hukuman (ayat 18). Jika kita percaya kepada Yesus, maka Surga akan menjadi tujuan akhir kita. Lihat firman Tuhan dalam Roma 3:23, Roma 6:23, Yohanes 14:6, Efesus 2:8-9, dan Roma 10:9-13. Jika Anda belum menjadikan Yesus sebagai juru selamat pribadi Anda, berdoalah dan mintalah Dia mengampuni dosa-dosa Anda dan menjadi juru selamat Anda.


Kesimpulan dari Sejarah dan Asal Usul Halloween

Dari informasi singkat mengenai Halloween, masih ada keraguan bahwa Halloween adalah upacara keagamaan berhala? Halloween adalah satu-satunya hari di mana orang-orang menghormati orang mati, setan-setan, roh-roh jahat, hantu, dan perbuatan-perbuatan keji. Mengapa kita menghormati Iblis dan malaikat-malaikatnya?

“Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian, mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada allah yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar.” - Ulangan 32:16-17


Halloween adalah saat di mana orang mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat sehingga menimbulkan sakit hati Allah.

“Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.” - 1 Korintus 10:20

No comments:

Post a Comment