Pertama-tama, Alkitab memerintahkan kita untuk tidak menyerahkan tubuh kita untuk "diperhamba" oleh apapun, kecuali oleh Roh Kudus tentunya.
Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. - 1 Kor 6:12
Apakah merokok ada gunanya? Sangat sulit untuk melihat di mana letak manfaat dari merokok. Banyak orang berdalih bahwa merokok ada gunanya, tetapi data telah menunjukkan bahwa kerugian yang dihasilkan dari rokok sangat-sangat luar biasa. Baik dari segi ekonomi, kesehatan, bahkan amat sangat merugikan bagi orang lain yang tidak merokok, termasuk kepada keluarga si perokok sendiri. Pada dasarnya merokok adalah kegiatan yang sangat mementingkan keinginan diri sendiri.
Kebiasaan merokok adalah kebiasaan yang membuat ketergantungan/ kecanduan. Banyak perokok yang walaupun memiliki keinginan untuk berhenti merokok tetapi karena tubuhnya sudah kecanduan sangat sulit untuk bisa menghentikan kebiasaan merokoknya. Bahkan seperti data yang sudah kita lihat sebelumnya, banyak perokok yang lebih mementingkan membeli rokok dibandingkan kebutuhan yang lebih utama lainnya karena sudah sangat tergantung dengan rokok.
Paulus meneruskan pada perikop yang sama.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! - 1 Kor 6:19-20
Merokok tidak saja menyebabkan ketergantungan, tetapi juga sudah terbukti secara medis sangat berbahaya terhadap kesehatan. Lihat saja tulisan yang selalu menyertai iklan rokok dan juga ditulis pada kemasan rokok:
PERINGATAN PEMERINTAH: "MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN".
Sudah tidak perlu disebutkan berapa banyak penelitian dan survei yang dilakukan yang mendukung fakta bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan. Dengan demikian, pada saat seseorang mengkonsumsi rokok, padahal ia tahu bahwa hal tersebut merusak tubuhnya maka ia jelas tidak memuliakan Allah dengan tubuhnya.
Apakah merokok dapat dikatakan "berguna" (1 Kor 6:12)? Apakah seseorang dapat "memuliakan Allah" dengan merokok (1 Kor 6:20)? Jawabanya jelas tidak! Jadi kita dapat simpulkan bahwa merokok adalah perbuatan yang melawan kehendak Allah, dosa, dan tidak selayaknya dilakukan oleh kita sebagai anak-anak Tuhan.
Ada yang mengatakan bahwa banyak hamba Tuhan yang banyak dipakai Tuhan tetapi merokok. Tetapi hal ini tidak membuat merokok menjadi hal yang dibenarkan. Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk hamba Tuhan. Walaupun mereka bisa menjadi berkat bagi orang lain, tetapi apakah perilaku merokok mereka dapat dikatakan memuliakan Tuhan?
Hal berikutnya yang menjadi perhatian adalah masalah ketergantungan. Paulus menulis kepada Titus perihal perilaku anggota jemaat
… jangan menjadi hamba anggur ... - Titus 2:3 (bdk Tit 1:7)
Bahkan dalam versi Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari ditulis:
… tidak boleh ketagihan minuman keras …
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ketagihan memiliki arti: merasa sangat ingin akan sesuatu (merokok, minum kopi, dsb) krn sudah menjadi kebiasaan
Tentunya prinsip ini juga berlaku tidak hanya untuk rokok dan alkohol, tetapi juga untuk semua hal lain yang membuat kita menjadi kecanduan seperti makanan dan minuman, seks bebas, pornografi, hobby kita, kebiasaan belanja yang kompulsif (shopaholic), narkoba, game elektronik, komik, pekerjaan (workaholic) dan lain-lain. Segalah hal yang membuat kita menjadi hamba adalah jahat di mata Tuhan. Kita menjadikan hal-hal tersebut sebagai alah kita kita menjadi tergantung kepada hal-hal tersebut, kita menjadi ketagihan terhadap hal-hal tersebut, kita menjadikannya berhala kita.
Ada Jalan Keluar!
Lalu bagaimana jalan keluar bagi orang yang sudah kecanduan dengan rokok? Banyak orang yang ingin lepas dari ikatan rokok, tetapi seolah-olah tidak mampu untuk lepas. Hal ini juga berlaku untuk semua jenis ketergantungan lain seperti kepada alkohol, narkoba, pornografi, seks bebas, perjudian dll.
Langkah awal yang harus kita lakukan mengerti bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. Tuhan tidak ingin anak-anaknya terikat dalam kuasa dosa. Bahkan Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk membebaskan kita dari segala ikatan dosa.
Langkah kedua adalah sadar bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Kita tidak pernah "dipaksa" oleh siapapun untuk masuk dalam jerat ketergantungan dan kebiasaan buruk ini. Kita sendiri yang membuat pilihan. Oleh karena itu, mulailah dengan bertobat dan minta ampun kepada Tuhan karena pilihan kita yang membawa kita masuk dalam dosa.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. - 1 Yoh 1:9
Langkah berikutnya adalah sadar bahwa tanpa pertolongan Tuhan sulit bagi kita untuk bisa lepas dari ikatan dosa. Paulus menulis kepada jemaat di Filipi.
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. - Flp 4:13
Memang jika kita mengandalkan diri sendiri akan sangat sulit. Tetapi percayalah jika kita memiliki motivasi untuk memuliakan Tuhan dengan tubuh kita maka Tuhan pasti akan memberikan kekuatan kepada kita.
Paulus memberi nasihat kepada jemaat di Tesalonika untuk tetap berdoa (1 Tes 5:17), artinya kita tetap dalam situasi berhubungan dengan Tuhan sehingga ketika ada dorongan untuk memenuhi ketagihan kita, kita sedang ada dalam persekutuan dengan Sumber Kuasa yaitu Tuhan sendiri. Berdoalah kepada Tuhan untuk memberikan kepada kita keteguhan hati dan iman percaya bahwa bersama dengan Roh Kudus kita bisa melewati dorongan tersebut.
Tuhan akan menggantikan ketergantungan kita dengan keinginan untuk mengasihi Tuhan dengan segala aspek kehidupan kita. Pada saat kita mendahulukan Yesus, maka kita tidak akan tergantung kepada hal-hal lain. Kita akan menemukan bahwa apa yang kita lepaskan ternyata tidak sebanding dengan apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita.
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. - Rom 6:22
Amin.

No comments:
Post a Comment