Saturday, October 2, 2010

Terobosan


Menurut beberapa kamus, terobosan merupakan kata kerja dari akar kata terobos yang berarti suatu tindakan aktif untuk menembus suatu penghalang, rintangan, atau mendobrak barisan musuh, atau suatu keberhasilan menemukan sesuatu yang baru (misalnya terobosan medis) sehingga memungkinkan adanya kemajuan atau perkembangan. Terobosan adalah sebuah perubahan.

Apakah Kita Perlu Terobosan?
Berdasarkan definisi ini artinya setiap orang pasti memerlukan terobosan dalam hidupnya. Mengapa? 

Hal yang pertama adalah karena selama seseorang masih hidup ia pasti masih memiliki masalah. Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, kondisi dunia ini jauh dari sempurna akibat kutuk dosa (Kej 3:17-19), manusia menjadi hamba dosa (Rom 6:17,23), bahkan seluruh dunia ini ada dalam kuasa Iblis (Mat 4:8-9, Ef 6:12).

Orang sakit pasti memerlukan terobosan kesembuhan, orang yang berduka cita memerlukan terobosan sukacita, orang yang miskin memerlukan terobosan keuangan, orang yang memiliki masalah pernikahan pasti memerlukan terobosan dalam keluarga, orang yang terikat memerlukan terobosan kebebasan, orang yang bekerja memerlukan terobosan dalam karir, orang yang memiliki usaha memerlukan terobosan bisnis,  orang yang melayani Tuhan juga memerlukan terobosan dalam pelayanan.

Sedangkan hal yang kedua, selama seseorang masih hidup ia pasti memerlukan kemajuan dalam aspek-aspek kehidupannya. Setiap manusia menginginkan perbaikan kualitas hidup bahkan kemaksimalan hidup. Demikian juga dengan orang percaya. Kita tidak dipanggil hanya untuk sekedar selamat saja, tetapi lebih dari itu, kita dipanggil untuk menjadi serupa dengan Kristus (Rom 8:29, 2 Kor 3:18, Flp 3:10), inilah tujuan paling utama dari setiap orang Kristen.

Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang pasti memerlukan terobosan. Bahkan untuk mereka yang berpikir bahwa hidupnya sudah cukup baik, merasa sudah mapan dan tidak memerlukan terobosan adalah orang-orang yang memerlukan terobosan dalam cara berpikir!

 Apakah anda memiliki beban dan kerinduan untuk mengalami terobosan?

Tindakan Aktif Yang Terus Menerus Menuju Perubahan
Seperti sudah disebutkan di atas, terobosan adalah kata kerja yang berarti tindakan aktif. Jadi terobosan bukanlah suatu hal yang dapat terjadi dengan sendirinya, melainkan suatu proses yang memerlukan sebuah tindakan aktif. 

Tidak ada terobosan yang dapat dilakukan tanpa adanya suatu tindakan aktif. Bahkan dari salah satu definisi terobosan yaitu menembus, dapat dikatakan merupakan suatu tindakan terhadap sebuah rintangan atau tantangan. Artinya butuh sebuah kekuatan yang melebihi kekuatan tantangan dan rintangan tersebut. Puji Tuhan, kita tidak berusaha sendiri tetapi Tuhan sendiri yang memberikan kuasaNya kepada kita sehingga kita bisa melakukan terobosan (Ef 6:10, Flp 4:13, 2 Tim 1:17, 1 Pet 1:15).

Terobosan juga bersifat terus menerus. Memang peristiwa terobosan dapat berupa perubahan suatu kondisi secara mendadak tetapi perubahan tersebut sebenarnya hanyalah merupakan langkah awal untuk mengalami terobosan yang selanjutnya. Sebagian besar terobosan terjadi lewat suatu proses.

Jadi terobosan dimulai dengan suatu tindakan aktif menerobos yang akan menghasilkan terobosan berikutnya, dan kemudian membawa kepada terobosan yang berikutnya dan seterusnya.

Mulai Dengan Mengubah Cara Berpikir
Rasul Paulus dalam surat Roma 12:2 mengatakan bahwa kita harus mengubah cara berpikir kita (metanoia). Tentunya bukan sekedar berubah tetapi cara berpikir kita berubah sehingga sesuai dengan Firman Tuhan. Pada saat kita membaca Firman Tuhan maka kita akan menemukan bahwa Allah telah menyatakan kehendakNya, perintahNya dan janjiNya untuk kita, maka pada saat itulah kita dapat menyesuaikan hidup kita agar mengalami terobosan

Sebagian besar anak Tuhan pasti setuju bahwa Tuhan sanggup untuk melakukan terobosan dalam hidup kita tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa terobosan SUDAH disediakan bagi kita. Yesus berkata mengenai diriNya:
“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” - Yoh 10:10
Yesus sudah datang 2000 tahun yang lalu supaya melalui kehidupanNya dan kematian serta kemenanganNya atas dosa lewat kebangkitanNya kita bisa memperoleh hidup! Bahkan tidak sekedar hidup, tetapi hidup dalam segala kelimpahan, tidak sekedar selamat tetapi hidup kita merupakan hidup yang berlimpah dengan kasih karunia dan berkat sorgawi sesuai dengan rencana dan janji Tuhan dalam hidup kita. 

Rasul Paulus menegaskan dalam surat Efesus  
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”  - Ef 1:3
Paulus menulis bahwa Allah “TELAH” – bukan ‘akan’ atau ‘mudah-mudahan’ – mengaruniakan kepada kita “SEGALA” – bukan ‘sebagian’ – berkat rohani di dalam sorga

Ini merupakan terobosan bagi cara berpikir kita. Kita adalah orang-orang sudah diberkati!

Lanjutkan Dengan Iman
Setelah kita mengubah cara berpikir kita, maka kita harus mengambil langkah selanjutnya yaitu meresponi dengan iman!

Apa yang sudah Tuhan sediakan, yaitu segala berkat rohani dalam sorga, dapat kita alami jika kita percaya kepada hal tersebut, hal ini sering kita sebut sebagai iman. Dan sebagai anak-anak Tuhan iman adalah satu-satunya hal yang membuat kita berkenan dihadapan Allah.
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” - Ibr 11:6a
Tidak peduli apakah seseorang melakukan perbuatan baik selama di dunia ini, atau melakukan semua hukum dan semua peraturan ritual agamawi tetapi jika orang tersebut tidak memiliki Iman percaya kepada Yesus maka orang tersebut tidak akan selamat.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. – Yoh 3:16

Walaupun kasih karunia Allah cukup untuk seluruh dunia ini, hanya yang percaya dan beriman kepada Yesus saja yang akan memperoleh hidup kekal. Dan hal ini tidak saja berlaku untuk keselamatan seseorang. Banyak contoh terobosan yang dilakukan oleh orang-orang yang menerima mujizat karena mereka memiliki iman! 

Perwira di Kapernaum – Mat 8:10-13. Perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun – Mrk 5:34. Bartimeus – Mrk 10:52. Orang lumpuh di Kapernaum – Mrk 2:5. Perempuan Kanaan – Mat 15:28. Semua mengalami terobosan karena mereka memiliki iman!

Apakah anda ingin mengalami terobosan? Miliki Iman kepada Yesus! Percayalah kepada Allah!

Iman Tanpa Perbuatan: Sia-sia!
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. - Yak 2:26
Memiliki iman tidak sekedar berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan, percaya kepada janji-janjinya tetapi tidak memiliki sikap dan perbuatan yang mencerminkan iman tersebut. Setiap peristiwa mujizat yang terjadi karena iman kepada tokoh-tokoh Alkitab di atas terjadi karena selain mereka memiliki iman, mereka juga menunjukkan iman percaya mereka lewat tindakan dan perbuatan!
“Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.” – 1 Yoh 2:3-4
Jika kita mengatakan bahwa kita mengenal Allah, percaya kepada Allah, memiliki iman kepada Yesus Kristus sebagai juru selamat kita, maka kita pasti menuruti perintah-perintah Allah. Bahkan rasul Yohanes mengatakan bahwa mengenal Allah sama artinya dengan mengalami hidup kekal. 

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” – Yoh 17:3.

Inilah yang disebut dengan hidup berkelimpahan yang sejati (Yoh 10:10b). Yaitu kita benar-benar mengenal Allah! Inilah terobosan yang sesungguhnya. 

Jangan datang kepada Tuhan hanya sekedar mencari terobosan berkat materi tetapi datanglah kepada Allah, kenalilah Ia, bersekutu dengan Dia, hidup intim dalam kasihNya maka berkat-berkat yang sudah tersedia pasti akan datang kepada kita.

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. – Mat 6:31-33

Utamakan Tuhan!
Lalu apakah perintah Tuhan yang harus kita lakukan sebagai tindakan iman kita?
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. – Mat 22:37-39
Belajar untuk datang kepada Tuhan dengan merendahkan diri dan mendahulukan Tuhan di atas segalanya. Ketika orang lain sibuk dengan rutinitas kehidupan, maka kita selalu mendahulukan Tuhan dalam doa bahkan puasa dengan tujuan untuk memiliki kehidupan rohani yang semakin mengenal dan semakin intim dengan Tuhan. Pada saat kita datang untuk memuji dan menyembah Tuhan, kita menunjukkan bahwa kita memang benar-benar percaya kepada Tuhan, percaya kepada kuasa dan kasihNya, percaya kepada janji-janjiNya, kita menunjukkan kasih kita kepada Tuhan.

Kita juga belajar untuk mengasihi sesama dimulai dengan berdoa syafaat bagi sesama kita dengan sungguh-sungguh. Kita dapat berdoa bagi keluarga atau sahabat kita yang memiliki pergumulan hidup, kita juga dapat berdoa bagi gereja dan pelayanan kita agar mengalami terobosan, kita juga bahkan dapat berdoa bagi transformasi kota dan bangsa kita.

Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. – 2 Taw 7:14
Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. – Yer 33:6

Sebagai umat dari Tuhan yang Maha Mengasihi, kita wajib ikut membantu sesama kita lewat cara apapun yang bisa kita lakukan. Apalagi disaat-saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami banyak bencana alam seperti longsor di Wasior Papua, gempa dan tsunami di Mentawai, letusan gunung berapi di Merapi bahkan banjir di Jakarta.

Kasih tidak cukup hanya diperkatakan, melainkan harus dilakukan. Amin.

Artikel ini juga dimuat dalam Bulletin Breakthrough, GBI Danau Bogor Raya, Edisi 1 (2 Okt 2010)


No comments:

Post a Comment