Breakthrough Generation Series #1
Kumpulan artikel yang membahas mengenai Yosua. Dimuat juga dalam Bulletin Breakthrough, GBI Danau Bogor Raya, Edisi 1 (16 Okt 2010).
Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.” – Yos 1:1-2Ketika Musa mati, Tuhan tidak membiarkan bangsa Israel tanpa pemimpin. Sebaliknya Tuhan sudah mempersiapkan orang yang dipilihNya untuk menggantikan Musa. Generasi baru pemimpin Israel tersebut adalah Yosua.
Yosua bukan Musa, tetapi Yosua tidak kalah kualitas kepemimpinannya dari pada Musa. Tuhan sendiri yang sudah mempersiapkan Yosua untuk memimpin bangsa Israel dan melanjutkan visi mereka untuk masuk dan menduduki tanah perjanjian. Dalam artikel ini kita akan melihat profil Yosua sebagai teladan Generasi Penerobos.
Dari “Hosea” menjadi “Yosua”
Kitab Bilangan pasal 13 mencatat bahwa Yosua adalah anak dari Nun (Yosua bin Nun) dari suku Efraim, dicatat juga bahwa Yosua dilahirkan dengan nama “Hosea” yang memiliki makna “Keselamatan” (Bil 13:8). Musa kemudian mengganti namanya menjadi “Yosua” yang berarti “Tuhan adalah Keselamatan” (Bil 13:16). Kedua nama tersebut sangat penting artinya.
Hosea - Keselamatan
Ketika Nun dari suku Efraim itu memberi nama anak mereka Hosea, dapat dipastikan karena mereka menjadi saksi kesetiaan Tuhan dalam menyelamatkan bangsa Israel.
Yosua - Tuhan adalah Keselamatan
Dalam bahasa Ibrani, perubahan Hosea (hoshea) menjadi Yosua (yehoshua) adalah penambahan suku kata “yeho” dari kata Yehovah (TUHAN). Ketika Musa mengganti nama Hosea menjadi Yosua tentunya ada alasan yang kuat. Penambahan kata Yehova di depan nama Hosea mengisyaratkan bahwa Musa melihat kualitas ilahi pada diri Yosua. Perubahan nama ini juga berfungsi untuk mengingatkan kepada Yosua bahwa ia memikul tanggung jawab yang suci dan juga mengingatkan kepada Yosua bahwa Tuhan-lah pemimpin dan juruselamat Israel yang sebenarnya.
Satu catatan penting lain mengenai nama Yosua adalah bahwa dalam bahasa Yunani nama Yosua disebut dengan “Yesus”
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." – Mat 1:21Yosua adalah bayangan dari Yesus. Tuhan memakai Yosua untuk membawa orang Israel masuk ke tempat perhentian fisik di bumi ini. Tuhan memakai Yesus untuk membawa orang percaya masuk ke tempat perhentian yang kekal (Ibr 4:8).
Persiapan Yosua
Persiapan Yosua sebelum menggantikan Musa adalah melalui empat tahap perjalanan hidup.
Tahap 1 – Sebagai Budak
Yosua lahir dalam sebuah keluarga yang menjadi budak di Mesir. Ia tumbuh sambil menyaksikan seluruh orang Israel di Mesir dipaksa untuk hidup sebagai budak, segala pekerjaan yang kejam dipaksakan orang Mesir kepada orang Israel (Kel 1:11-14). Tentunya hal ini bukanlah masa kecil yang indah bagi Yosua.
Tetapi iman Yosua kepada Tuhan bertumbuh ketika ia menyaksikan bagaimana Tuhan bekerja dengan tanda-tanda dan mujizat luar biasa untuk membebaskan orang Israel dari Mesir (Kel 7-13). Sepuluh tulah orang Mesir dimulai dengan air sungai Nil yang menjadi darah, serbuah katak, serbuan nyamuk, serbuan pikat, matinya ternak orang Mesir, barah pada tubuh orang dan binatang Mesir, hujan es yang dahsyat, serbuan belalang dan kegelapa. Hanya tempat tinggal orang Israel di Gosyen saja yang tidak terpengaruh oleh tulah-tulah tersebut.
Berdasarkan catatan silsilah dalam I Tawarikh 7:22-27, tercatat bahwa Yosua adalah anak sulung dari Nun. Jadi Yosua adalah salah satu dari anak sulung bangsa Israel yang selamat dari peristiwa tulah kesepuluh di Mesir yang sering disebut peristiwa Paskah pertama (Kel 13). Ketika anak-anak sulung orang Mesir mati kena tulah, anak-anak sulung orang Israel selamat karena ada tanda darah anak domba pada palang pintu rumah mereka.
Tahap 2 – Sebagai Abdi Musa
Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa – Bil 11:28aKetika Yosua masih muda, ia diangkat menjadi abdi atau pelayan Musa. Ini berarti sejak muda Yosua sudah menjadi pelayan dari sang pemimpin bangsa Israel. Hal ini tentunya memberikan kesempatan bagi Yosua untuk belajar dari Musa mengenai cara memimpin.
Hanya Yosua yang mendapat ijin untuk ikut Musa naik ke gunung Sinai di mana Tuhan memberikan hukum Taurat kepada orang Israel, sementara seluruh bangsa Israel yang lain harus menunggu di perkemahan (Kel 24:12-14). Tentunya ini adalah sebuah kehormatan yang luar biasa bagi seseorang yang masih muda seperti Yosua, memang ada saat-saat di mana Yosua harus tinggal dipertengahan jalan sementara Musa sendiri yang menerima loh batu yang berisi 10 perintah Allah.
Dalam kitab Keluaran 33:7-11 disebutkan bahwa Yosua mempunyai tugas untuk menjaga kemah pertemuan yaitu kemah di mana Musa bisa berbicara sambil berhadapan muka dengan Tuhan. Lewat hal ini, Yosua belajar bagaimana hidup dalam hadirat Tuhan.
Yosua juga pernah melakukan kesalahan sehingga ia harus belajar mengenai kerendahan hati. Yosua mencoba untuk membela otoritas kenabian Musa dalam Bilangan 11:25-29. Musa menegur Yosua supaya tidak membuat karunia yang Tuhan berikan sebagai sesuatu yang eksklusif. Seolah-olah karunia Tuhan (dalam kasus ini karunia nabi) hanya untuk orang-orang tertentu saja.
Murid-murid Tuhan Yesus juga pernah melakukan kesalahan yang serupa seperti Yosua
Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu." – Luk 9:49-50Jadi dalam tahap kedua dari kehidupan Yosua, yaitu sebagai abdi Musa, Tuhan mempersiapkan Yosua sebagai penerus Musa. Sebagai pemimpin yang hidup dan beribadah dalam hadirat dan kasih karunia Tuhan.
Tahap 3 – Sebagai Prajurit
Catatan pertama mengenai Yosua sebenarnya ditulis dalam kitab Keluaran ketika Yosua mengalahkan orang Amalek
Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit… Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. – Kel 17:9-10,13Dari catatan ini sudah terlihat kemampuan Yosua sebagai pemimpin militer yang handal. Sebagai seorang prajurit, Yosua harus belajar untuk berani menghadapi musuh dalam pertempuran. Peristiwa peperangan dengan orang Amalek juga mengingatkan Yosua bahwa Allah ada dipihaknya (Kel 17:14).
Tahap 4 – Sebagai Mata-Mata
Ketika bangsa Israel sampai di perbatasan tanah Kanaan, Tuhan memerintahkan Musa memilih dua belas orang sebagai mata-mata untuk masuk dan mengintai kondisi tanah Kanaan. Salah satu dari dua belas pengintai tersebut adalah Yosua. Setelah 40 hari mengintai daerah tersebut ke dua belas orang mata-mata itu pulang dan melaporkan kepada Musa dan segenap bangsa Israel bahwa daerah tersebut memang sangat baik (Bil 13:27).
Tetapi kemudian mereka juga berkata bahwa bangsa-bangsa yang diam di Tanah Perjanjianitu sangat kuat-kuat bahkan ada orang-orang raksasa dari suku Enak (Bil 13:33). Sepuluh orang dari para pengintai dengan terang-terangan menunjukkan ketidak percayaan mereka bahwa orang Israel dapat mengalahkan bangsa-bangsa yang menduduki tanah Perjanjian. Hanya Yosua dan Kaleb yang berkata bahwa dengan pertolongan Tuhan, bangsa Israel dapat mengalahkan musuh-musuh mereka.
Tetapi bangsa Israel lebih percaya kepada sepuluh pengintai yang lain, mereka bersungut-sungut dan bahkan membuat rencana untuk kembali ke Mesir. (Bil 14:1-5). Pada titik ini, Yosua dan Kaleb menunjukkan iman mereka dan bersaksi kepada orang Israel (Bil 14:7-9).
Tetapi tetap saja bangsa itu tidak percaya kepada mereka. Kalau saja Tuhan tidak bertindak, Yosua dan Kaleb sudah mati dirajam batu oleh orang Israel (Bil 14:10). Dan karena ketidak percayaan orang Israel, dari seluruh generasi bangsa Israel yang berusia 20 tahun ke atas, hanya Yosua dan Kaleb yang diperbolehkan masuk ke tanah Perjanjian. Bangsa Israel harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun, yaitu sampai semua yang berusia 20 tahun ke atas mati di padang gurun, barulah sisanya diperbolehkan masuk ke tanah Kanaan (Bil 14:27-38)
Yosua membawa kabar baik mengenai Tanah Perjanjianyang sudah disediakan Tuhan bagi bangsa Israel. “Kabar baik” dalam bahasa Yunani adalah “Injil”. Seperti Yosua, demikianlah Yesus membawa kabar baik mengenai hidup kekal yang disediakan Tuhan bagi seluruh umat Manusia. Bahkan Yesus sendirilah kabar baik itu. Bagaimana dengan kita? Yesus berkata kepada kita murid-muridNya:
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” – Kis 1:8Karakter Yosua
Dari catatan Alkitab, kita dapat melihat apa saja karakter yang dimiliki Yosua:
- Penuh Roh (Bil 27:18)
- Bijaksana (Ul 34:9)
- Memiliki iman yang kokoh (Bil 14:8-9)
- Berani (Bil 14:9, Kel 17:8-17)
- Setia (Bil 11:24-30)
- Sabar (Bil 14:30-38)
Teladan Hidup Yosua Sang Pemimpin
Ketika Yosua diangkat menjadi pengganti Musa, Tuhan sendiri yang secara langsung memberi peneguhan kepada Yosua. Pada saat Yosua menjadi pemimpin bangsa Israel umurnya sekitar 96 tahun. Selama tujuh tahun orang Israel berperang menaklukan bangsa-bangsa yang menduduki tanah perjanjian. Kemudian selama tujuh tahun berikutnya bangsa Israel membagi-bagi Tanah Perjanjiankepada dua belas suku Israel. Yosua mati pada saat ia berumur 110 tahun (Yos 24:29). Di akhir hidupnya, Yosua bersaksi bahwa ia melihat sendiri bagaimana Tuhan tidak pernah mengingkari janjinya. Ini sebagai bukti dari kesaksian iman Yosua yang tumbuh selama hidupnya.
Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi. – Yos 23:14Pelajaran dari hidup Yosua:
- Sebagai budak – ia dibebaskan Tuhan lewat peristiwa Paskah
- Sebagai pelayan – ia dipersiapkan Tuhan untuk menjadi pemimpin yang hidup dan beribadah kepada Tuhan
- Sebagai prajurit – ia dilatih Tuhan untuk menjadi jenderalNya
- Sebagai mata-mata – ia menjadi saksi kabar baik bagi Tuhan
Apa Aplikasi Praktis Untuk Hidup Kita?
Dari pelajaran mengenai hidup Yosua yang dipersiapkan untuk memasuki Tanah Perjanjian ada beberapa aplikasi praktis yang dapat kita lakukan:
1. Menjadi Pemimpin Membutuhkan Waktu Dan Proses
Yosua menjadi pemimpin yang dipakai Tuhan untuk menerobos, melalui proses seumur hidup. Ia setia kepada Musa dan kepada Tuhan. Ia membuktikan bahwa dirinya dapat dipercayai (1 Kor 4:2). Jika kita ingin menjadi generasi penerobos, ikuti proses pelatihan yang diberikan Tuhan, jangan ambil jalan pintas. Jika memang sudah saatnya promosi datang dari Tuhan, tidak mungkin bisa ditahan manusia.
2. Ada Keseimbangan Antara Mengandalkan Tuhan Dan Percaya Kepada Kemampuan Diri Sendiri
Yosua sadar bahwa memang Tuhan memakai dirinya untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan. Tetapi dilain pihak Yosua sendiri tidak bisa bekerja tanpa mengandalkan kekuatan Tuhan. Ada keseimbangan antara usaha manusia dan kasih karunia Tuhan. Jika bukan Tuhan yang memampukan kita, kita tidak bisa berbuat apa-apa (Flp 2:12-13).
3. Kita Harus Mulai Melayani Tuhan Dari Sekarang Supaya Dapat Menerima Tanggung Jawab Di Masa Yang Akan Datang
Pada awal hidupnya, Yosua sendiri tidak sadar bahwa suatu saat ia akan dipilih Tuhan untuk menggantikan Musa menjadi pemimpin bangsa Israel. Yosua hanya taat dan setia melakukan semua tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Hal ini menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu setia dan taat melayani Tuhan, sehingga Tuhan dapat mempercepat proses persiapan kita untuk menjadi “Generasi Penerobos”, sekarang maupun di masa yang akan datang. Mari kita mulai melayani Tuhan, selagi masih ada waktu!
Amin./ptk

No comments:
Post a Comment