Saturday, October 30, 2010

Sakramen Baptisan Air


Breakthrough Generation Series #4-B
Kumpulan artikel yang membahas mengenai Yosua. Dimuat juga dalam Bulletin Breakthrough, GBI Danau Bogor Raya, Edisi 4 (30 Okt 2010).


Perintah pengudusan diberikan Yosua ketika mereka akan menyeberangi sungai Yordan. Sungai inilah yang menjadi saksi peristiwa pembasuhan Naaman (II Raja 5:10), sungai ini juga tempat Yohanes membaptis dan tempat Yesus sendiri dibaptis (Mat 3).
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. – Mat 3:13-15
Selain memberi teladan kepada orang percaya dengan memberi diri-Nya dibaptis, Tuhan Yesus juga memberikan perintah agar semua orang pecaya juga dibaptis.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus – Mat 28:19

Lalu, apakah makna dari Sakramen Baptisan Air?

Sakramen
Sakramen artinya “tanda dan materai yang kelihatan dan suci yang ditentukan oleh Tuhan untuk menjelaskan segala sesuatu yang dijanjikanNya.”
Ada tiga komponen sakramen:
1. Tanda Lahiriah, tanda yang kelihatan (visible sign)
2. Tanda “Di dalam” (inward sign), sebagai anugerah spiritual dan dimateraikan
3. Penyatuan antara tanda (sign) dengan benda yang mewakilinya yang menyatu dalam isi dari sakramen, tidak berubah secara fisik, diterima secara iman.

Sebagai catatan Gereja Bethel Indonesia hanya mengenal dua sakramen yaitu Sakramen Baptisan Air (Mat 28:19) dan Sakramen Perjamuan Suci (1 Kor 11:23) karena dua hal inilah yang ditentukan oleh Tuhan sendiri.

Baptis
Kata baptis dalam Alkitab bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani baptizo yang berarti:
Meliputi seluruhnya dengan cairan, mencelupkan sesuatu ke dalam cairan kemudian mengeluarkannya kembali, dibanjiri, dicelupkan, dibenamkan. (Strong's Exhaustive Concordance by James Strong, S.T.D., LL.D., 1890)

Jadi kata baptis sendiri artinya adalah diselamkan, oleh karena itu penggunaan istilah yang tepat adalah “baptis air”, bukan “baptis selam” karena hal ini sama dengan mengatakan “selam selam.”

Siapakah Yang Harus Dibaptis?
Sakramen Baptisan Air adalah tanda lahiriah yang suci sebagai materai peristiwa kelahiran kembali yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Sakramen Baptisan Air menggambarkan peristiwa seseorang mengalami kematian dari kehidupannya yang lama, dikuburkan dan dibangkitkan kembali bersama-sama dengan Tuhan Yesus.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. – Rom 6:3-4
Jadi sakramen baptisan air adalah peringatan yang sakral terhadap peristiwa ketika kita lahir baru dalam Kristus. Ingatlah bahwa seseorang tidak menjadi lahir baru dengan cara dibaptis, seseorang lahir baru ketika dengan mulut mengaku dan dengan hati percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. – Rom 10:9-10
Rasul Petrus juga memberikan syarat lain yaitu bertobat;
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. – Kis 2:38
Ini berarti siapapun yang percaya kepada Yesus dan sudah bertobat harus membuat keputusan untuk dibaptis. Bertobat menunjukkan bahwa mereka yang dibaptis cukup dewasa untuk dapat mengambil keputusan secara pribadi, dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini juga menyiratkan adanya usia yang dapat dipertanggung jawabkan, dalam hal ini Gereja Bethel Indonesia menetapkan umur 12 tahun sebagai umur minimal.

Bagaimana Cara Dibaptis?
Sesuai dengan arti kata baptisan, metode baptisan air adalah dengan cara seseorang dimasukkan ke dalam air sampai seluruh tubuhnya tertutup dengan air untuk menggambarkan peristiwa kematian dan penguburan manusia lamanya. Lalu kemudian dikeluarkan kembali dari air untuk menggambarkan peristiwa kebangkitannya bersama Yesus menjadi ciptaan yang baru.

Di Mana Seharusnya Kita Dibaptiskan?
Di dalam air, di mana saja ada banyak air, bisa di kolam, di tepi pantai, di sungai, bak permandian dll. Yang penting adalah ketika dibaptis, tubuh seseorang sepenuhnya ditutupi dengan air.

Kapan Seharusnya Kita Dibaptiskan?
Segera setelah kita percaya kepada Tuhan Yesus dan bertobat dari dosa-dosa kita

Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan! – Kis 22:16
Apakah saudara sudah menerima sakramen baptisan air? Jika belum, ambil keputusan untuk dibaptis saat ini juga.

Amin. /ptk

No comments:

Post a Comment